Pemerintah

Rapat Koordinasi Tiga Pilar, Dana Desa Cair 20%

pembangunan dan penggunaan dana Desa diwilayah Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumsel, Rabu (4/4/2018).

Baturaja, Kabarsumsel.id – Dalam pembangunan desa di seluruh indonesia, dilakukan pembangunan merata hampir setiap desa diseluruh indonesia, pemerintah pusat memberikan dana desa dikenal dengan nama (dd), dana desa dari pemerintah setiap tahun dikeluarkan kepada kecamatan di seluruh indonesia, kecamatan menyalurkan ke kades yang lebih dikenal dengan kepala desa.

Tempat di ruang Rapat kantor Kecamatan Lengkiti melaksanakan rapat koordinasi Tiga Pilar yakni, Babinsa, Bhabinkamtibmas (BKTM) dan Kepala Desa. Yang bertujuan dalam rangka meningkatkan sinergi mengawal pembangunan dan penggunaan dana Desa diwilayah Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumsel, Rabu (4/4/2018).

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Lengkiti Muhklisin Danramil, Kapolsek Lengkiti, beserta seluruh Kepala Desa (Kades) dari 22 Desa diwilayah Se – Kecamatan Lengkiti dan pendamping Desa juga pendamping lokal Desa.

Kegiatan pelaksanaan rapat koordinasi Tiga Pilar dibuka oleh Muhklisin selaku Camat Lengkiti mengatakan bahwa rapat ini adalah pertemuan seluruh kecamatan lengkiti, dalam pembahasan terkait permulaan pelaksanaan dana desa yang telah cair 20% untuk tahap pertama.

“Rapat ini adalah pertemuan seluruh kades sekecamatan Lengkiti, dalam pembahasan rapat terkait permulaan pelaksanaan dana Desa yang telah cair 20% untuk tahap pertama. Dimana awal permulaan pada saat pelaksanaan pekerjaan fisik atau titik nol pembangunan harus dihadiri dan disaksikan oleh tiga pilar dan tim pengawas dana Desa ,”tutur Mukhlisin.

Ia menambahkan bahwa sebelumnya merupakan penerapan dari keputusan kementerian Desa yanh ditindak lanjuti dengan pelaksanaan di lapangan, dan hasil musyawarah tersebut telah di setujui dan di sepakati bersama.

“Keputusan Kementrian Desa (Kemendes) yang ditindak lanjuti dengan pelaksanaan nya dilapangan, yakni di Desa-Desa. Dan hasil musyawarah tersebut telah disetujui dan disepakati bersama tiga pilar yaitu antara Kades se – kecamatan Lengkiti, Kapolsek serta Danramil. Agar dari awal pelaksanan fisik kegiatan Desa dapat dipantau juga dibimbing, supaya lebih transparan dan tidak ada kegiatan yang salah atau menyimpang. Selain itu kegiatan hari ini juga bertujuan mencegah jangan sampai ada kades yang terjerat hukum karena salah dalam melaksanakan penggunaan dana Desa,”Ungkap Muhklisin.

Sementara itu Kapolsek Lengkiti AKP Marjuni, dalam paparan nya juga menyampaikan Monitoring implementasi atas rencana aksi yang disusun oleh kementerian desa, dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan dana desa memamg perlu adanya kesepahaman.

”Monitoring implementasi atas rencana aksi yang disusun oleh Kementerian Desa. Dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan dana Desa memang perlu adanya kesepahaman bahwa mengawal dana Desa tidak mungkin dilaksanakan sendiri-sendiri namun berupa ” Collective Action “.ungkapnya

Babinsa dan BKTM Polres yang sebelumnya telah dibekali pengetahuan, dimana nantinya akan turut mengawal dari titik nol bagaimana cara dana tersebut digunakan oleh Aparatur Desa, agar dana Desa tepat guna dan sesuai sasaran,” ulas Kapolsek Lengkiti.

Menyikapi prihal hasil rapat tersebut Edi Effendi Kades Tualang, manyampaikan apresiasi nya yang sangat mendukung hasil rapat, pengawasan memang sangat di butuhkan oleh para kades agar jangan sampai ragu dan was – was dalam menjalankan tugas membangun desa.

“Karena menurut saya pengawasan seperti itu memang sangat dibutuhkan oleh para kades. harapan kami supaya jangan sampai kami ragu dan was-was dalam menjalankan tugas membangun Desa, kadang kala setelah kegiatan selesai ada saja suara sumbang seakan anggaran yang digunakan tidak sesuai dengan fisik yang dikerjakan,” pungkas Edi.(yos)

Editor : FSS

Beri Komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

STIA
To Top