Empat Lawang

Akibat Sabu, Junaidi, Warga Empat Lawang Ditangkap Polisi

sabu sabu empat lawang

Akibat Sabu, Junaidi, Warga Empat Lawang Ditangkap Polisi

Kabar Sumsel – EMPAT LAWANG, Narkoba di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati bukan terkenal dengan ladang ganjanya saja, namun narkoba jenis lainnya juga. Buktinya Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Empat Lawang kembali menangkap pemuja narkoba jenis sabu.

Tersangkanya Junaidi (25) warga Talang Gunung, Kelurahan Jayaloka, Kecamatan Tebing Tinggi. Dia ditangkap Sabtu (16/04/2016) sekitar pukul 23.00 WIB dikediamannya. Barang Bukti (BB) enam paket kecil sabu masih bongkahan kristal seberat 0,68 gram, ditemukan di dalam kotak rokok terselip di bagian sunvisor kanan mobil Daihatsu Granmax hitam bernopol BG 9126 HC.

“Barang bukti ada sepuluh paket, enam paket kecil ditemukan di dalam mobilnya dan empat paket sudah dikonsumsi tersangka,” ujar Kapolres Empat Lawang, Rantau Isnur Eka SIk melalui Kasat Res Narkoba, Joni Indrajaya.

Dikatakan Joni, penangkapan tersangka atas informasi masyarakat. Setelah berhasil meringkus tersangka Junaidi, pihaknya melakukan pengembangan ke tempat pelaku yang diduga tempat Junaidi beli sabu. “Setelah kami datangi rumah penjual itu di kawasan Jalan Pensiunan, pelaku tidak ada. Tapi ketika, kami geledah rumahnya ditemukan tiga paket kecil sabu di sela-sela Al-Quran,” ujarnya.

Meskipun pelaku belum berhasil ditangkap, pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku. Saat ini tersangka Junaidi berikut BB dan mobilnya sudah diamankan di Mapolres Empat Lawang, tersangka dijerat UU No35/2009 tentang narkotika.

Tersangka Junaidi ketika ditemui di Mapolres Empat Lawang mengaku, baru sekitar tujuh bulan menkonsumsi sabu. Ia membeli paket sabu cukup banyak karena takut kehabisan stok. “Untuk aku pakai sendiri, takut kehabisan jadi saya beli banyak,” kelit bapak satu anak ini.

Junaidi yang bekerja sebagai penjual minyak bensin dan minyak tanah eceran ini menjelaskan, saat ditangkap dirinya sedang santai di rumah. “Pulang dari jualan sekitar jam 5 sore. Istirahat, mandi, ngopi, malamnya ditangkap,” tukasnya. (an)

Beri Komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

STIA
To Top