Hukum

Andikpas LPKA Palembang Terima Penyuluhan Hukum

Palembang,  Infosumatera.com – “Pelatihan Pendampingan Pelaksanaan Pedoman Rehabilitasi dan Reintegrasi Anak Pelaku” merupakan tema yang diangkat pada kegiatan penyuluhan hukum bagi Anak didik pemasyarakatan (Andikpas) dan Petugas di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Palembang, Rabu (26/09/2018).

Bertempat di Aula Sahardjo LPKA Kelas I Palembang, kegiatan ini dibagi ke dalam dua kelas yakni kelas Polsuspas sebanyak 30 orang dan kelas Andikpas sebanyak 60 orang. Dalam penyelenggaraanya, LPKA Palembang menggandeng Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya.

Adapun Narasumber dalam kegiatan ini di antaranya Asnedi, Penyuluh Hukum Ahli Madya dari Kanwil Kemenkumham Sumsel dan Yenni Izzi dari Women Crisis Center (WCC) Palembang untuk Kelas Polsuspas. Sedangkan untuk Kelas Andikpas ialah Dr. Telly P. Siwi dari Biro Potensia Palembang dan Wahyu Ernaningsih dari FH Unsri Palembang.

Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Palembang, Wahyu Hidayat dalam sambutannya mengatakan, pembinaan tumbuh kembang anak menjadi prioritas utama di LPKA kelas I Palembang, sekaligus beliau juga menyampaikan apresiasinya kepada Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya atas prakarsa melaksanakan kegiatan ini.

“Tahun 2018 LPKA Palembang ditetapkan sebagai salah satu model untuk tempat pembinaan tumbuh kembang anak oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI,” pungkasnya.

Fahmi Yoesmar selaku ketua tim kegiatan dari Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (UNSRI) mengatakan, kegiatan ini bertujuan memahami ruang lingkup dan batasan hak-hak anak selama menjalani proses pembinaan demi meningkatkan kesadaran diri pribadi mereka untuk mampu memperbaiki diri menjadi lebih baik.

“Anak-anak memiliki banyak kesempatan untuk membangun masa depan, mereka harus berperan aktif dalam mencegah terulangnya tindakan kriminal yang dapat memperburuk keadaan mereka dan keluarganya, sekaligus dapat memberikan pandangan kepada teman-teman atau keluarganya di lingkungan masyarakat nanti agar tidak melakukan tindakan kriminal kembali,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fahmi berharap semoga kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan pemahaman Andikpas di LPKA Palembang mengenai hak-hak yang bisa mereka dapatkan di Lapas hingga apa saja yang mereka harus lakukan ketika kembali ke masyarakat.

“Kami berharap UNSRI sebagai lembaga pendidikan tinggi dapat berperan aktif dalam menghadapi permasalahan di bidang perlindungan anak umumnya dan terkhusus perlindungan anak yang berkonflik dengan hukum yang sedang menjalani masa hukumannya,” tutupnya. (*)

Beri Komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

STIA
To Top