Kesehatan

Antar Jenazah, Peserta KIS ini Dikenakan Tarif Rp 10 Ribu Per Kilometer

Ilustrasi /its

Lubuklinggau, Infosumatera.com – Keluarga besar “Almarhumah Ny Ipa (77) peserta KIS” warga Dusun 1, Desa Muara Nilau, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musirawas, Provinsi Sumatera Selatan, kecewa atas dugaan pungli yang dilakukan oleh salah satu oknum sopir ambulance Jhon, beberapa waktu lalu.

Menurut Reli (cucu alm) yang juga sebagai Ketua PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Kecamatan Selangit, beberapa hari lalu, Rabu (25/7/2018), sang nenek meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sobirin di Kota Lubuklinggau. Saat itu, oknum sopir meminta uang minyak mobil pengantar jenazah sebesar Rp 150.000,- dan di berikan oleh sang bibinya Wani.

Sesampainya jenazah dirumah duka, sopir meminta bayaran uang sebesar Rp 500,000,- dengan alasan, berdasarkan argo aturan pasien umum Rp 10.000,-per kilometer. Karena dalam keadaan berduka dan tidak mau menambah beban masalah, Reli memberikan uang permintaan sang sopir, jelas Reli Selasa (31/7/2018).

Lanjutnya, setelah dikonfirmasi ke pihak rumah sakit, karena almarhumah menggunakan kartu KIS, Senin (30/7/2018). Reli mendapat jawaban dari pihak rumah sakit bahwa, hal tersebut tidak dikenakan biaya administrasi seperti, biaya Obat, Ruangan maupun mobil Ambulance.

Selain itu, kepala bagian ambulance, Dayat, meminta tolong dan memberikan Surat Pengantar Jenazah dirumah sakit, Senin (30/7/2018) kepada dia, untuk diberikan kepada Kepala Desanya agar diisi, sebagai bukti penagihan RSUD Sobirin kepada pihak BPJS, tutur Reli.

Semoga kejadian ini, tidak akan terulang kembali kepada masyarakat luas yang belum mengerti tentang kegunaan Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Sebaliknya meminta kepada oknum pihak RSUD Sobirin, janganlah memanfa`atkan ketidak mengertian masyarakat terhadap penggunaan KIS/BPJS, harap Reli.

Sementara, Kepala Rumah Sakit Umum Daerah Sobirin, Dr Nawawi sedang tidak berada ditempat. Begitupun saat dua kali di SMS dan beberapa kali di hubungi dengan nomor 0812 7860 XXXX belum membalas dan menggangkat telepon.

Sebelum diterbitkan. Selasa malam, kisara pukul 09.05 WIB. melalui Handphone. Reli, menjelaskan bahwa kepala RSUD Sobrin mengangkat teleponnya dan mengatakan, uang tersebut bisa diambil kembali ke Rumah Sakit Umum Daerah Sobirin, jelas Reli (Kontributor: Tamrin).

Beri Komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

STIA
To Top