Nasional

Beberapa Anak Buah Yan di Periksa KPK

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin, Masagus M Hakim, sebagai saksi dalam kasus dugaan suap Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdinan.

Selain Kadis Kesehatan Pemkab Banyuasin, KPK juga melakukan panggilan pemeriksaan terhadap Kadis Pekerjaan Umum Bina Marga, Abi Hasan MP serta Direktur utama PT Indra Tri Ananda, Syahrul Indrawan.

“Mereka dimintai keterangan dalam kasus dugaan suap di Pemkab Banyuasin dengan tersangka YAF (Yan Anton Ferdian),” ujar Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2016)

Sementara, untuk melengkapi berkas perkara kasus tersebut, penyidik lembaga antirasuah juga bakal menggali keterangan terhadap Yan Anton dan Zulfikar Muharrami selaku Direktur CV Putra Pratama (PP).

Dua tersangka kasus dugaan suap proyek ijon di Dinas Pendidikan Pemkab Banyuasin itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Rustami, Mantan Kasubag Rumah Tangga di Pemkab Banyuasin.

Seperti diketahui, Yan Anton ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan. Dalam kasus ini, Yan diduga menjanjikan sebuah proyek di Dinas Pendidikan Banyuasin kepada pengusaha berinisial Zulfikar, yang merupakan direktur CV PP.

Dalam menjalankan aksinya, Yan Anton dibantu oleh sejumlah bawahannya. Pertama, Yan menghubungi Rustami yang merupakan Kasubag Rumah Tangga di Pemda Banyuasin. Rustami lalu menghubungi Umar Usman, Kepala Dinas Pendidikan.

Umar dibantu anak buahnya, Sutaryo, lalu menghubungi seorang pengepul bernama Kirman. Barulah Kirman menghubungi Zulfikar untuk menawarkan proyek di Dinas Pendidikan dengan syarat harus menyetor Rp1 miliar.

Dalam tangkap tangan tersebut, KPK mengamankan uang sebesar Rp229,8 juta dan 11.200 dolar Amerika Serikat dari Yan Anton. Dari Sutaryo, KPK menyita Rp50 juta yang diduga merupakan bonus dari Yan Anton.

Dari tangan Kirman, KPK menyita bukti setoran biaya naik haji ke sebuah biro sebesar Rp531.600.000 untuk dua orang atas nama Yan Anton dan istri. Yan Anton diduga menggunakan uang dari Zulfikar untuk menunaikan ibadah haji‎. (Okezone).

Beri Komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

STIA
To Top