Hukum

Dokter Gigi Selingkuh Berakhir Perceraian Dan Kena Sanksi Adat

Kabarsumsel.com, BATURAJA – Dokter gigi FN (40) dengan KS (39) yang digerebek beberapa waktu lalu oleh suaminya sendiri saat sedang bermesraan dirumahnya dokter Jl.Ratu Penghulu RT.04 Dusun VII Karang Sari Desa Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur Ogan Komering Ulu (OKU) akhirnya berakhir dengan perceraian, tidak hanya itu kedua pasangan selingkuh ini siap menerima sanksi adat berupa cuci kampung karena telah melanggar norma dan membuat aib serta mencemarkan nama baik, Desa Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur.

Menurut Informasi KS yang diketahui seorang pemborong berstatus sudah punya istri merupakan mantan pacar FN waktu masih duduk di bangku SMA, Setelah sekian lama tidak bertemu pada akhirnya mereka berdua kembali bertemu dan menjalin cinta terlarang, cinta lama bersemi kembali.

Kepala Desa Tanjung Baru Amin Rahman Kepada Kabar Sumsel mengatakan, bahwa aib yang dilakukan oknum dokter gigi FN dan Pria Idaman Lain (PIL) ini diungkap oleh suaminya sendiri bernama Anang (60), memang sudah tiga hari melakukan pengintaian dan tepat naasnya hari Senin (17/4) sore pukul 15.00 WIB, keduanya digrebek.

“Pada saat itu KS langsung melarikan diri, dengan lengan kiri terluka diduga akibat kena bacok, beruntung KS dapat diselamatkan oleh pekerja yang tengah membangun mushola di RT.07, KS diamankan dirumah Ketua RT.07 Dewantara jaya, dan akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Dr Ibnu Sutowo Baturaja untuk diobati,” ungkap Kades.

Sekarang ini Lanjut Kades, permasalahan tersebut sudah kita damaikan melalui musyawarah melibatkan tiga pilar yaiti Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan juga dihadiri Perangkat Desa Tanjung Baru.

” Hasil musyawarah perdamaian sepakat bahwa suami FN tidak akan melanjutkan permasalahan ini ke rana hukum dan malam itu juga dibuatkan pernyataan hitam diatas putih yang point nya pihak ke 1 drg FN dan KS mengakui bahwa janin yang masih dalam kandungan FN diperkirakan berusia 7 bulan itu adalah anak KS, kemudian KS siap bertanggung jawab menikahi drg FN, setelah proses perceraian dengan suaminya Anang selesai. Pernyataan berikutnya pihak ke 2 Anang (suami drg FN) dilarang menggunakan fasilitas harta bersama milik Anang dan drg FN baik itu rumah, mobil sampai proses perceraian selesai, dan pihak ke 1 siap menyatakan menerima sanksi adat berupa cuci kampung dan atau sedekah kampung, paparnya.

Semua pernyataan itu disanggupi oleh kedua belah pihak. “Kemarin KS sudah mengantarkan uang Sebesar Rp.15 juta untuk membeli sapi dalam rangka sedekah adat untuk cuci kampung,” pungkas Amin Rahman Kades Tanjung Baru.

(Yan)

Beri Komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

STIA
To Top