Baturaja

Kakek Gaul, Mbah Roman Keliling Kota Bawa Bendera Merah Putih

Kakek Roman (90), asal Jogjakarta setia setiap hari membawa bendera merah putih Keliling kota

Baturaja, Kabarsumsel.id – Sosok tua, dan penuh dengan semangat itu lah julukan “Mbah Roman” yang sangat arif dan sosok contoh untuk yang muda.

Walau sudah tua namun siapa yang menyangka mbah roman begitu sangat kuat menjalani kehidupan dan tidak ada kata menyerah, untuk berjalan melalui kehidupan ini, walau rintangan dan halangan terkadang selalu datang bertubi tubi.

Demi semangat dan Cinta Mati NKRI, seorang kakek renta di Baturaja yang diketahui bernama Kakek Roman (90), asal Jogjakarta setia setiap hari membawa bendera merah putih berukuran kecil yang diikatkan disebuah tongkat kayu berukuran 1,5 meter.

Kakek Roman, yang dijuluki oleh masyarakat yang melihatnya dengan nama “Kakek Gaul”, setiap hari berkeliling kota Baturaja untuk berjualan panganan kecil seperti kacang, kripik, guna mengisi waktunya yang sudah tidak memiliki istri juga anak.

“Saya berkeliling berjualan makanan seperti kacang titipan dari tetangga. Uang hasil jualan saya pergunakan untuk membiayai kehidupan saya sehari-hari. Dari makan, mengontrak, dan lainnya,” ujar Mbah Roman, dengan logat jawa kentalnya saat dibincangi.

Menurut Mbah Roman, dirinya berasal dari Jogjakarta. Dan tinggal di Baturaja Sebatang kara. Semula dia, diajak temannya, pada beberapa tahun lalu dari tempat asalnya Jogja ke daerah Lampung. Namun rupanya, saat dia tiba di Lampung, temannya diam-diam meninggalkannya sendirian di Lampung. Sejak itulah, Mbah atau Kakek Roman ini berkelana, berkeliling di daerah yang dilewatinya membawa sebuah tongkat kayu yang diikatkan bendera merah putih pada ujung tongkat. Yang akhirnya dia berada di Kota Baturaja.

“Tongkat kayu dan bendera merah putih ini sebagai petunjuk arah saya. Selain itu, disaat saya berjalan kaki dan menyebrang saya pergunakan untuk alat atau tanda. Agar sopir memberikan jalan kepada saya,” tuturnya.

Mbah Roman mengaku, bendera merah putih adalah salah satu wujud kecintaannya kepada NKRI. Sebab menurutnya, dia sendiri termasuk dari ribuan bahkan jutaan pejuang yang ikut berjuang dan berperang kepada penjajah baik Belanda maupun Jepang, hingga akhirnya Indonesia bisa Merdeka.

“Kalau ingat tahun 1939. Saya tidak menyangka jika saat ini Indonesia bisa maju dan berkembang seperti ini. Saat itu, bisa makan dan minum saja sudah bersyukur,” urainya, sambil menahan tetesan air matanya.

Saat disinggung adanya isu yang menyebutkan NKRI akan bubar beberapa tahun mendatang? Mbah Roman sedikit terdiam sambil menarik nafas sangat dalam. Namun tak lama kemudian berkata kalau dia Ikhlas jika NKRI harus bubar atau berakhir.

“Ya, kalau harus bubar mau apa lagi. Saya terima saja,” perkatanya sambil berlalu (yos)

Editor : FSS

Beri Komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

STIA
To Top