Hukum

Kumham Sumsel Ajak Kepolisian dan BNN Berantas Narkotika di Lapas

Rakernis Pencegahan dan Pemberantasan Narkotika (26/7)

Palembang, Sumseltoday.com – Dalam rangka menguatkan sinergitas dan komitmen penegak hukum dalam menanggulangi dan meminimalisir peredaran narkotika di Wilayah Sumatera Selatan, Direktorat Narkotika Polda Sumsel menggelar rapat kerja teknis (Rakernis) di Gedung Catur Sakti Polda Sumsel. Kegiatan ini akan berlangsung selama 2 (dua) hari, mulai tanggal 27-28 Juli 2018 mendatang.

Rakernis kali ini dihadiri Direktur reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol. Parman, S.Ik., SH., MH, dan Kakanwil Kemenkumham Sumatera Selatan Sudirman D Hury yang diwakili oleh Asnedi, SH., MH selaku penyuluh Hukum Madya Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan.

Pada kesempatan itu, Asnedi yang didaulat untuk mengisi materi tentang Peranan Lembaga Pemasyarakatan dalam Pencegahan Peredaran Narkotika dan Tindak Lanjut Narapidana mengatakan bahwa dalam mencegah dan memberantas peredaran narkotika di Lapas dan Rutan ini sangat diperlukan peran serta dan kontribusi semua aparat penegak hukum.

“Kepolisian dan BNN sangatlah penting, kesemua elemen tersebut perlu secara bersama-sama dan berkesinambungan mencurahkan perhatian untuk berpartisipasi aktif dalam rangka upaya terpadu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan di seluruh lapisan daerah”, ujarnya.

PENYERAHAN CINDERA MATA DARI DITRESNARKOBA POLDA SUMSEL UNTUK KANWIL KUMHAM SUMSEL

Lebih lanjut, dihadapan 240 orang Peserta Rakernis yang berasal dari Polresta dan Polres se-Sumatera Selatan Asnedi menyampaikan bahwa Kumham Sumatera Selatan selalu berupaya keras mengadakan kegiatan atau program dalam rangka pencegahan masuknya Narkotika di dalam Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan.

“Sudah banyak cara yang dilakukan oleh Kemenkumham dalam rangka pencegahan dan penyalahgunaan narkotika, khususnya di dalam Lapas dan Rutan, seperti melakukan razia dan penggeledahan rutin dalam kamar/sel hunian, memeriksa setiap orang yang akan masuk kedalam Lapas/Rutan dengan menggunakan mesin Metal Detector, serta melarang keras peredaran alat komunikasi di dalam Lapas/Rutan”,  pungkas Asnedi. (*/Dera/Nurdiana/Maya/Laisse).

Beri Komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

STIA
To Top