Kriminal

Pemuda Gantung Diri diduga Patah Hati

Pemuda Gantung Diri diduga Patah Hati

Kabarsumsel.com, BATURAJA – diduga patah hati juliyanto Bin Herman Suhaya (20) nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri lantaran tidak mendapat restu dari calon mertuanya.

Pemuda lajang ini mengambil jalan pintas dengan cara gantung diri Kamis (6/4) dirumahnya Dusun Trimulyo I Blok C Desa Martajaya Kecamatan Lubuk Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan.

Menurut informasi korban ditemukan pertama kali oleh ibu kandungnya Sukarni sekitar pukul 11.00 WIB, dan saat itu Sukarni baru pulang dari Lubuk Batang bermalam 2 hari di rumah anaknya yang lain, sesampai dirumah, sukarni melihat rumahnya dalam keadaan terkunci dari dalam, kemudian ibu korban (sukarni) memanggil-manggil juliyanto, namun tidak ada jawaban, lalu sukarni membuka paksa pintu rumah, setelah pintu berhasil dibuka betapa terkejutnya saat itu, menyaksikan puteranya sudah tewas tergantung, korban bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali yang diikatkan kekayu atap rumah.

Kemudian sukarni langsung berteriak minta tolong kepada para tetangganya, dan selanjutnya mayat pemuda malang ini diturunkan, kasus ini kemudian dilaporkan ke Polisi setelah mendapat laporan, pihak Kepolisian langsung mendatangi Tempat kejadian dan melakukan olah TKP serta memeriksa kondisi tubuh korban, dilokasi kejadian juga nampak anggota Babinsa Koptu Yanto dari Koramil 12/ Baturaja sementara keluarga korban menolak puteranya dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum.

Didapat informasi pemuda kelahiran Kota Bumi 7 Mei 1997 ini sudah memiliki kekasih bernama KH, bahkan korban serius akan melanjutkan kejenjang pernikahan, namun sayang orang gadis pujaan hatinya tidak merestui sebelum mengakhiri hidupnya dengan jalan pintas, juliyanto sempat mengirim SMS kepada kekasihnya dan menanyakan kenapa HK sudah berubah, sepenggal surat yang diduga ditulis juliyanto sebelum bunuh diri “disaat terakhir aku hidup aku ingin kamu tersenyum untukku, walau kita telah berbeda dunia, tapi aku tetap sayang sama kamu, pesanku jangan lupa makan dan jaga dirimu baik-baik, karena aku bukan siapa-siapa kamu jadi buat apa arti hidup aku, aku mohon maafin kesalahanku ke kamu dan keluargamu aku akab selalu mengingatmu walaupun aku telah tiada untuk kamu, sejujurnya aku ketemuan dengan si FH hanya meminta bantuan dan kami akan saling bantu dalam masalah hubungan ini. aku minta pengertian kamu tapi kamu gak mau mendengar penjelasanku didalam surat ini semoga kamu mengerti apa maksudku dan hari ini aku merasa bahagia bisa melihat kamu walaupun hanya di facebook mu makasih, semua cintaku untukmu khusnul khotimah aku sayang banget sama kamu, apa kita akan bertemu didunia atau diakhirat ya, aku pikir kamu datang kerumahku/pemakamanku itu dah cukup bagiku khusnul khotimah aku dah puas merasakan sakit hati dan semua ini aku akhiri, khusnul khotimah aku sayang kamu dan kita harus berpisah karena cinta kita tak dapat restu ibu bapakmu dikarenakan aku orang tak punya orang miskin. Wasalam I Love You.

Terpisah Kapolres OKU AKBP Dra, Ni Ketut Widayana Sulandari didampingi Kapolsek Lubuk Batang Iptu Andi Apridi, SH yang dikonfirmasi Jumat (7/4/2017) membenarkan kejadian tersebut.

Menurut Kapolres kasus ini sudah ditangani Polisi, petugas juga menemukan sebuah buku harian yang berisi curahan hati korban dan sepucuk surat yang ditujukan kepada kekasih korban yang isinya tentang kekecewaan hati juliyanto menyaksikan perubahan sikap pujaan hatinya.

(YN)

Beri Komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

STIA
To Top