Berita Sumsel

PHL Dinas Perhubungan Kota Prabumulih Diringkus, Lakukan Aksi Pungli

wilayah Jalan Lingkar Timur pada Senin (11/12) sekitar pukul 21.30 WIB.

Prabumulih, Kabarsumsel.id – Harda Oktaviansyah (32), warga Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur diamankan anggota Tim Gabungan Unit Ringkus Tindak Kejahatan (Gurita) Polres Prabumulih.

Pegawai harian lepas (PHL) Dinas Perhubungan Kota Prabumulih ini diringkus, setelah diduga melakukan aksi pungutan liar (pungli) di wilayah Jalan Lingkar Timur pada Senin (11/12) sekitar pukul 21.30 WIB. Dari tangan pelaku diamankan barang bukti uang Rp 2000, yang diperolehnya dari supir truk angkutan batubara yang melintas.

Selain Harda, tiga pelaku pungli lainnya juga turut diamankan di hari yang sama di wilayah Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat sekitar pukul 22.30 WIB. Mereka terdiri dari Randa (24), Rahmad (26) dan Ardiansyah (33). Para pelaku kemudian digiring ke Mapolres Prabumulih guna pendataan dan pengarahan lebih lanjut.

Ketiganya merupakan warga Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat. Pelaku  diamankan lantaran mengaku dapat memberikan pengamanan terhadap angkutan truk batubara, agar bisa melintas di jalan Jendral Sudirman. Dari tangan ketiga pelaku diamankan barang bukti uang senilai Rp 100 ribu.

Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti SE melalui Kabag Ops Kompol Zai’an mengatakan, modus pungli yang dilakukan pelaku berbeda-beda. Mereka diamankan dalam Operasi Cipta Kondisi yang dilakukan oleh anggota Tim Gurita Polres Prabumulih.

“Aksi mereka dinilai meresahkan. Kita ingin memberantas segala bentuk aksi pungli. Sebelumnya sudah ada beberapa pelaku pungli yamg kita amankan, baik itu calo maupun para juru parkir liar. Kali ini kita mengamankan pelaku pungli terhadap angkutan barang,” ujarnya.

Lebih lanjut Kabag Ops yang didampingi oleh Kapolsek Prabumulih Timur AKP Ernando SH MSi menegaskan, razia tersebut akan terus dilakukan menjelang pergantian tahun baru dan pilkada Kota Prabumulih.

“Untuk pelaku pungli ini sendiri akan kita terapkan pasal 504 tentang mengemis dimuka umum dengan ancaman hukuman 3 bulan penjara,” tegasnya.

Sementara itu, pelaku Harda Oktaviansyah mengaku sudah biasa melakukan aksi pungli tersebut dengan alasan sebagai uang retribusi. Namun ia membantah jika ia melakukan aksi pungli dengan cara paksa kepada para supir angkutan truk yang melintas di Jalan Lingkar Timur.

“Kalau dikasih aku terimo, tapi kalau idak aku dak do makso. Duitnyo untuk tambahan beli rokok be samo kawan-kawan,” katanya.

Berbeda dengan Ardha, tiga pelaku pungli lainnya mengaku jika mereka dimintai tolong oleh para supir truk angkutan batu bara untuk dikawal agar bisa melintas di Jalan Jendral Sudirman.

“Baru sekali inilah pak. Kebetulan kami lagi nongkrong di simpang Tugu Nanas. Supir truk batubara minta dikawal. Kami dijanjikan akan diberi uang imbalan untuk mengawal mereka. Dak taunyo pas ditengah jalan kami langsung ditangkap petugas,” ungkap Rahmad, seraya mengaku jika dirinya kapok mengawal angkutan truk batubara.

Editor : FSS

Beri Komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

STIA
To Top