Lubuk Linggau

PMT Mendesak Wako Evaluasi Kinerja Diknas Lubuklinggau

PMT Mendesak Wako Evaluasi Kinerja Diknas Lubuklinggau

PMT Mendesak Wako Evaluasi Kinerja Diknas Lubuklinggau

Kabarsumsel.com | Lubuklinggau, Ketua Umum Pemuda Mandala Trikora Lubuklinggau-Mura Mirwan Batubara menyampaikan bahwa dalam 3 tahun kemimpinan Nansuko ini masih ada kita Jumpai Sarana dan Prasarana Pendidikan (Fasilitas pendidikan) yang tidak layak, Seperti yang terjadi di SMP Negeri 1 Lubuklinggau dengan kondisi Kursi dan Meja yang tidak layak di tempati lagi,karena Rusak Parah, yang di jumpai oleh wali murid di SMP N 1 Lubuklinggau.

Sehingga menurut kami bahwa tidak menutup kemungkinan apa yang terjadi di SMP N 1 Lubuklinggau, akan terjadi juga di tempat lain, kejadian ini harus menjadi perhatian Walikota Lubuklinggau, untuk melakukan perbaikan dan perbenahan, Maka kami mendesak Walikota untuk mengevaluasi kinerja Diknas Lubuklinggau, dan jajarannya karena kurang mampu mencanangkan pembangunan yang merata terhadap sekolah2 yang ada di kota lubuklinggau.

Permasalahan sarana dan prasarana ini seharusnya tidak kita jumpai lagi, karena Lubuklinggau merupakan Kota Maju, bukan daerah yang terpencil atau pendalaman, Biasanya keterbatasan sarana dan prasarana seperti meja,kursi,ruangan yang tidak layak dipakai untuk mendapatkan suasana belajar yang nyaman dan kondusif (seperti gambar di atas) hal ini membuktikan bahwa buruknya kinerja Kelapa Dinas Pendidikan Lubuklinggau dan Jajarannya.

Seharusnya Pemerintah Kota Lubuklinggau, melalui Diknas dan Jajarannya memperhatikan Salah faktor yang mendukung keberhasilan program pendidikan dalam proses pembelajaran yaitu sarana dan prasarana. Prasarana dan sarana pendidikan adalah salah satu sumber daya yang menjadi tolak ukur mutu sekolah dan perlu peningkatan terus menerus seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup canggih.

Sarana prasarana adalah salah satu bagian input, sedangkan input merupakan salah satu subsistem. Sarana prasarana sangat perlu dilaksanakan untuk menunjang keterampilan siswa agar siap bersaing terhadap pesatnya teknologi. Sarana prasarana merupakan bagian penting yang perlu disiapkan secara cermat dan berkesinambungan, sehingga dapat dijamin selalu terjadi KBM yang lancar.

Dalam penyelengaraan pendidikan, sarana prasaran sangat di butuhkan untuk menghasilkan KBM yang efektif dan efisien. Sehingga Kami menilai bahwa Pemerintahan Kota Lubuklinggau telah mengabaikan Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menyangkut standar sarana dan prasarana pendidikan secara nasional pada Bab VII Pasal 42 dengan tegas disebutkan bahwa : Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi meja,kursi,perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.

Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolah raga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat bekreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.

Pemenuhan Prasarana fisik sekolahan ini meliputi pembanguan gedung sekolahan,meja, kursi, dan fsilitas pendukung lainnya. Dalam hal ini tentunya pemerintah Kota Lubuklinggau memegang tanggung jawab yang besar dalam pemenuhan ini, karena pemerintah Daerah berkepentingan dalam memajukan pembangunan nasional. Jika sarana belajar ini telah terpenuhi tentunya akan semakin memudahkan transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam usaha pemerataan pendidikan, diperlukan pengawasan yang serius oleh pemerintah. Pengawasan tidak hanya dalam bidang anggaran pendidikan, tetapi juga dalam bidang mutu, sarana dan prasarana pendidikan.Sarana dan prasarana pendidikan sangatlah bermanfaat dan berperan penting untuk menunjang kelancaran proses pendidikan karena meskipun KBM (kegiatan Belajar Mengajar) sudah baik.

Beri Komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

STIA
To Top