Kriminal

Polres OKU Berhasil Ungkap Kasus Petani Ganja

Tampin berikut Barang Bukti yang berhasil diamankan Polres OKU

Kabarsumsel.com, BATURAJA – Tampin (45) yang ditangkap aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Ulu Ogan beberapa waktu lalu yang kesehariannya petani ternyata sejak tahun 2014 lalu, sudah menjadi petani ganja di kawasan Talang Air Baneng Desa Belandang Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Dimana pada saat itu Tampin pernah memanen ganja sebanyak 8 batang, jika dikeringkan beratnya bisa mencapai satu kilogram.
“Tahun 2014 lalu sudah pernah panen dilokasi itu juga, namun tidak banyak, waktu itu baru coba-coba dan dapat 8 batang.jika dikeringkan cuma dapat sekilo, itupun kujual eceran per ons Rp.300 ribu,” terang Tampin kepada Wartawan Kamis (20/4).
Menanam ganja belajar otodidak, dikatakan Tampin, Bibit ganja diambil dari sisa biji yang daunnya sudah dihisap terlebih dahulu oleh temannya sopir truk dari Padang.
“Aku ambil biji ganja ini dari sisa ganja yang dihisap oleh temanku waktu di Tanjung Enim, aku coba semai di kebun kopi milikku bersama dengan menanam biji cabai, ternyata hidup daun tersebut,” tutur Tampin.

lebih lanjut, Tampin mengatakan, jika ladang ganja miliknya masih dua bulan lagi akan panen dan siap dikeringkan.
“Baru tiga bulan ganja itu, dan dua bulan lagi siap di panen, sudah ada pemesannya,” kata Tampin. Dia, juga mengatakan, mengedarkan ganja dikawasan Tanjung Enim Kabupaten Muara Enim.

ketika ditanya berapa lama butuh waktu untuk menghabiskan semua ganja tersebut? dengan nada enteng, Tampin menjawab dalam 2 bulan bisa menjual ganja satu kilo. “Kalau diecer bisa 2 bulan satu kilo habis, dan uangnya buat kebutuhan hidup sehari-hari, soalnya waktu itu musim paceklik, susah mencari uang, akhirnya enak jual ganja,” pungkasnya.

Sementara Kapolres OKU AKBP Dra, Ni Ketut Widayana Sulandari mengatakan, jika saat ini sudah membentuk tim untuk mengawasi kebun dan hutan dikawasan yang sulit dijangkau. “Kita juga akan melibatkan masyarakat untuk mengawasi lahan yang dinilai dapat menjadi tempat penanaman ganja,” terang Kapolres.

Lebih lanjut ditambahkan Kapolres, pelaku dikenakan pasal 114 primer sub 112 Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.

(Yan)

Beri Komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

STIA
To Top