Berita Sumsel

Sumber Artefak Perlu Digali

Sumber Artefak Perlu Digali

Kabar Sumsel – Pagaralam. Temuan benda peninggalan bersejarah, berupa batu artefak di wilayah Dusun Gunung Agung Ilir, Kelurahan Agung Lawangan, Kecamatan Dempo Utara di kebun kopi, perlu mendapatkan kajian lebih jauh, begitu juga sumber dari keberadaan artefak tersebut.

“Keberadaan artefak di Dusun Gunung Agung Ilir ini, sangat menarik untuk dikaji dan juga diteliti lebih jauh, terlebih adanya tulisan dan telapak kaki di artefak tersebut, secara tak langsung legenda tentang adanya 3 jagad di Besemah, yakni Jagd Jawa, Besemah dan Aceh benar adanya,” terang Kepala Disbudpar Kota Pagaralam Drs Samsul Bahri Burlian melalui Kabid Kebudayaan Mirhanul Karim SE MM didampingi Pamong Budaya Aryo AB SS, kemarin.

Lebih jauh diungkapkan Aryo, melihat ukiran huruf berada di artefak itu, diperkirakan huruf yang digunakan adalah aksara Jawa Muda atau honocoroko, sedangkan gambar telapak kaki di bagian sisi kanan atas artefak, sebagai simbil kekuasaan atau mirip prasasti Ciaruteun. “Usia prasasti ini belum kita perkirakan, karena perlu dilakukan tes karbon, sehingga tidak bisa asal diperkirakan saja,” jelasnya.

Melihat keberadaan artefak ini, lanjut Aryo, maka perlu diadakan kajian dan penggalian sumbernya, terlebih melihat tulisan huruf Jawa Muda di artefak ini, sangat menarik mengapa benda bernilai sejarah ini bisa ada di tanah Besemah. “Melalui kejian yang akan kita lakukan, besar harapan bisa mengungkap kerajaan apa yang pernah ada atau termasuk bagian dari kerajaan apa Pagaralam tempo dulu,” ungkapnya.

Sementara, berdasarkan penuturan Hendro penemu artefak, lokasi batu ini ditemukan sekitar 100 meter dari Talang Ayek Salak. Bentuknya unik, dihiasi tapak kaki kanan mungil, sekitar 5 cm. Di dekat tapak kaki, terdapat ukiran berbentuk rangkaian huruf, kira-kira sepanjang 7 cm. Belum diketahui jenis huruf tersebut, pun artinya.

Diceritakan Hendro, saat ia membersihkan rumput menggunakan arit, tiba-tiba mata aritnya mengeluarkan bunyi dentingan keras. Betapa terkejutnya Hendro, manaka melihat batu yang ia temukan memiliki ukiran unik, memiliki gambar telapak kaki dan ukiran huruf. “Baru pertama kali saya melihat batu seperti ini,” ujar Ketua RT 12 Dusun Gunung Agung Ilir sambil menunjukkan batu.

          Setelah digali lagi bersama warga lainnya, kembali dikejutkan dengan kepingan batu yang diduga pecahan tembikar. “Sebagian pecahan tembikar sudah dibawa warga untuk ditanyakan lebih lanjut kepada orang pintar,” katanya seraya menambahkan temuan ini diceritakannya kepada warga Dusun Gunung Agung Ilir. Sontak, dusun dibuat geger. Warga berduyun-duyun untuk melihat dari dekat.

Sementara itu, Ketua RW Dusun Gunung Agung Ilir, Kamhar mengatakan, batu tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi. “Ini adalah penemuan yang bermanfaat untuk mengembangkan sejarah Pagaralam lebih lanjut lagi,” ucapnya. (ir)

Beri Komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

STIA
To Top