Ogan Komering Ulu

SK Bupatii OKU Bagi PNS, 1 Jam Tidak Ngantor Gaji dipotong 1 Persen

drs-h-kuryana-azis_bupati oku

TPP OKU: 1 Jam Tidak Ngantor Gaji dipotong 1 Persen

Drs. H. Kuryana Azis (Foto: Tribun)

Baturaja, Kabar Sumsel – Untuk meningkatkan disiplin jam kerja bagi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu ( OKU ) Sumatera Selatan, Bupati OKU kembali menerbitkan Surat Keputusan.

Dengan di terbitkannya Surat Keputusan Bupati No 157/KPTS/XLV/2016 tentang perubahan atas Keputusan Bupati No 6/XVL/2016 tentang Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi PNS. Maka setiap pegawai di lingkup Pemerintah Daerah  (Pemda) harus kerja mulai pukul 07.30 wib, sampai pukul 16.00 wib.

Dalam keputusan itu diatur, bagi pegawai yang kekurangan jam kerja masuk TPPnya akan dilakukan pemotongan sesuai dengan keterlambatan dan kekurangan jam kerja.

“Misalnya, terlambat 1 jam maka TPPnya di potong 1 persen. Angka keterlambatan ini dikalkulasikan selama 1 bulan, jika selama 1 bulan keterlambatannya semisal 5 jam maka TPPnya dipotong 5 persen. Ini terus dikalkulasikan, bahkan jika dalam 1 bulan tidak masuk sebanyak 100 jam maka TPPnya akan dipotong 100 persen,” kata Kabag Hukum dan HAM Setda OKU, Romson Fitri pada Rabu (4/5).

Beberapa bagian kantor setda OKU masih terlihat banyak pegawai yang lalu lalang bekerja. Padahal waktu sudah menunjuk pukul 15:30 wib. Hal ini juga terpantau di ruang Kabag Humas dan Protokol Setda OKU. Staf di sana terlihat khusus bekerja memberikan layanan kepada masyarakat. Hal ini juga terpantau di beberapa SKPD di OKU.

“Kalau kami disini sudah biasa kerja sampai sore. Jadi tidak terlalu kaget lagi. Bekerja mulai pukul 07:30 wib-16:00 wib kami sudah biasa,” kata seorang staf saat dibincangi.Sebelumnya, Bupati OKU Drs H Kuryana Azis menegaskan, guna meningkatkan profesionalitas dan totalitas PNS dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat dan sebagai abdi negara diharapkan agar kiranya seluruh PNS dilingkup Sekretariat, daerah OKU harus disiplin dalam bekerja dan juga disiplin waktu.

Jika kedapatan ada PNS yang bekerja elek-elekan dan juga tidak.ada disiplin waktu bekerja terlebih lagi sering tidak ngantor, maka TPP PNS tersebut akan dipangkas.

“Kita harus tegas dalam hal ini. Jika terbukti ada PNS yang masih elek-elakan dalam bekerja, malas untuk datang pagi atau pulang cepat tanpa alasan yang jelas maka TPP nya akan dipotong atau dihapuskan,” terang Kuryana.

Bupati juga menegaskan kepada seluruh Kepala Dinas agar secepatnya menertibkan anak buahnya yang jarang ngantor. Jangan sampai saat dirinya melakukan sidak ke SKPD ada laporan yang masuk jika ada pegawai yang tidak pernah ngantor.

“Jangan lindungi anak buah yang tidak bekerja dengan baik, dia itu digaji kok masa dia enak-enakan makan gaji namun tidak bekerja , sedangkan rekannya bekerja setiap hari untuk mengejar gaji tersebut. Nantinya akan ada kecemburuan sosial,” katanya

Beri Komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

STIA
To Top