Empat Lawang

Ulu Musi Empat Lawang Terisolir

Ulu Musi Empat Lawang Terisolir

Warga Ulu Musi

Ulu Musi (kabarsumsel.com) – Dua desa yakni Talang Bengkulu dan Air Kelinsar, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan, terisolir. Pasalnya, akses menuju  Desa Simpang Perigi yang juga tembus ke Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, harus dilewati dengan meniti Sungai Air Kelimang  sepanjang 15 meter dengan kedalaman hingga 1 Meter lebih, lantaran di desa tersebut tidak ada jembatan penghubung.

Informasi yang dihimpun, para warga yang hendak menuju Desa Simpang Perigi sangat kesulitan, mereka harus ekstra hati-hati saat menyebrang, takut nanti diterjang arus sungai. Lebih sulit, bagi warga yang ingin membawa kendaraan roda dua, terpaksa harus digotong dan diangkut menggunakan kayu. Tercatat, Talang Bengkulu terdapat 1000 Warga dari 300 Kepala Keluarga (KK) dan Air Kelinsar terdapat 4000 warga dari 800 KK.

“Warga disini terisolir, akses menuju Desa Simpang Perigi harus melewati sungai, karena tidak ada  jembatan penghubung. Sudah lama mereka seperti ini, warga harus menantang bahaya dulu baru bisa sampai ke desa sebelah,” ungkap Camat Ulu Musi, Suan Amri, ketika dihubungi melalui Handphone saat berada dilokasi, Selasa (29/3).

Dikatakan Amri, puluhan warga secara swadaya yang berada dilokasi, membantu warga lainnya yang ingin menyebrang. “Mereka juga membuat inisiatif, memasukan pasir dan koral ke dalam karung, kemudian diletakan didasar sungai, agar kendaraan mobil bisa lewat,” katanya seraya menyebut warga di desa ini juga kesulitan jika ingin ke Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) karena akses jalan sudah putus bahkan sudah ada tiga titik jalan yang putus

Amri tak menafik, warga disini amat sangat kesulitan dalam mengakses sarana transportasi. “Sangat kesulitan, mangkanya rencananya, pemerintah akan membangun Jembatan Kelimang disini. Yang pasti dari pihak kecamatan, kami sudah memasukan usulan ke Musrenbang agar warga disini dibangunkan jemabatan,” tandasnya

Sementara, Iwan (34), warga setempat, menyebut, mereka sangat kesulitan jika ingin pergi ke desa sebelah. “Sulitlah, nak bata (bawa,red) motor susah, kami nak kesano untuk beraktifitas, kaitannyo samo ekonomi, kami nak idup, belum lagi warga lainnyo, ado anaknyo yang sekolah, atau nak jingok keluarganyo,” ujarnya

Selaku warga, Dirinya meminta kepada pihak Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, untuk segera membuat Jembatan Klimang seperti yang sudah dijanjikan. “Tahun kemaren mereka (pemerintah,red), sudah janjike buat jembatan, mereka sudah datang kesini, tapi cuma ngecek dan ngukur bae. Kami beharap nian, mohon untuk diperhatike aspirasi kami ini,” pintanya

Sayangnya hingga berita ini dimuat dan masuk ke dapur redaksi, pihak pemerintah Empat Lawang melalui Dinas PU Bina Marga (BM), ketika wartawan koran ini mencoba  menghubungi melalui Handphone,Selasa (3/29), baik Kepala Dinas dan Sekretaris, sedang tidak aktif, hanya terdengar suara “Maaf nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif dan berada diluar jangkauan, silahkan hubungi beberapa saat lagi,”.  (bs)

Beri Komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

STIA
To Top