Oleh Iksan Agus Abraham, SH
BENGKULU, infosumatera.com-Sabtu 11 April 2026 Walikota Bengkulu Dr. Dedy Wahyudi, SE, MM beserta istri Dian Fitriani, SE menggelar Walimatusaffar di rumah pribadi mereka di Jalan Hibrida 15 RT 10 No. 66 Kelurahan Sidomulyo Kota Bengkulu.
Walikota dan istri akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, keduanya dijadwalkan berangkat tanggal 26 April ini bersama Jamaah asal Kota lainnya. Walikota sudah mendaftar sejak tahun 2011 dan baru sekarang diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk berangkat atas biaya pribadi mereka.
Itu berarti Walikota mesti menanti selama 15 tahun sebelum niatnya menjadi Haji dan Hajjah terlaksana.
Orang se-kota Bengkulu, sore itu, ramai berdatangan, tak kurang dari Gubernur Bengkulu Helmi Hasan,SE Forkopimda Provinsi maupun kota serta tokoh-tokoh Masyarakat hadir memberi doa restu. Kegiatannya antara lain tausiah, saling mendokan, bersalam-salaman dan ditutup makan bersama.
Penulis sebagai alumni dari Rakyat Bengkulu Media Grup (RBMG) tempat sama -sama memulai karir bersama Walikota turut di undang. Alhamdulillahhirobbil aalamin. Walikota dan istri tetap seperti sosok yang penulis kenal, rendah hati, santun dan sederhana.
Selamat untuk Pak Wali dan istri, semoga pergi dan pulangnya diberikan kelancaran dimudahkan saat menunaikan rukun-rukun Haji dan menjadi Haji Mabrur dan Mabruroh. Aamiin yaa Rabbal aalamiin
Kembali ke kegiatan Walimatusaffar merupakan kegiatan umum dilaksanakan oleh calon Jamaah Haji sebelum berangkat. Ibadah ini sangat sakral sekali, Biasanya sanak family, handai taulan turut diundang guna memberi doa restu. Gubernur Helmi Hasan sempat berseloroh, tentang keramaian walimatussafar ini, Helmi Hasan mengatakan, dahulu sekabupaten orang bisa hadir saat ada Walimatussaffar.
Doa-doa tulus dipanjatkan berikut nasehat untuk calon haji, agar mereka menjaga kesabaran, maklum haji bukan hanya dilaksanakan oleh orang Muslim Indonesia saja, tetapi seluruh Muslim di dunia.
Setidaknya jamaah haji setiap tahunnya bisa menembus 3 juta orang berkumpul di Padang Arafah. Bisa dibayangkan betapa berat ibadah agung ini bila tidak melakukan persiapan lebih baik.
Sering juga, para undangan, menitip permohonan kepada calon haji agar para undangan turut didoakan, diberi kesempatan bisa melaksanakan hal yang sama.
‘’Doakan kami juga pak Wali agar bisa menyusul, ‘’ aamiin-amiin, Ucap Wali mendoakan penulis.Penulis sendiri bersama istrikmendaftar haji tahun 2019 dan perkiraan berangkat pada tahun 2042 sesuai waiting list.
Berangkat Haji, bukan merupakan ibadah yang biasa, lantaran ibadah ini membutuhkan berbagai macam kesiapan. Kesiapan lahir maupun batin. Tidak semua orang bisa berangkat ke Tanah Suci, karena perlu biaya, waktu dan stamina yang besar dan cukup agar dapat beribadah ke sana.
Dahulu sebelum menggunakan pesawat terbang, setidaknya sampai tahun 1950-an para jamaah haji menggunakan jalur Kapal laut. Berangkat Haji menggunakan Kapal laut membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan.
Bisa dibayangkan, betapa beratnya, berangkat haji kala itu, tidak sedikit calon Jamaah haji Ketika di kapal meninggal dunia, dan mereka harus dikubur di dalam laut itu sendiri, terlebih saat daratan masih terlalu jauh untuk ditempuh.
Mayat yang telah dibungkus tersebut secara perlahan turunkan ke laut, dan menggunakan pemberat agar tidak mengapung. Sebelumnya mayat tersebut dilaksanakan fardhu kifayahnya di kapal dan disalatkan. Namun kini perjalanan haji dari Indonesia tidak lagi menggunakan kapal laut melainkan telah diganti menggunakan pesawat terbang.
Jarak tempuh pesawat terbang lebih cepat dibandingkan kapal Laut, sebagai contoh dari Bandara Soekarno-Hatta di Cengkarang Provinsi Banten menuju ke Bandara King Abdul Aziz di Jeddah Arab Saudi membutuhkan waktu sekitar 9-10 jam saja.
Penulis adalah Alumni Harian Rakyat Bengkulu








