Oleh : Iksan Agus Abraham, SH
BENGKULU, infosumatera.com-Salah satu amal yang agung dilakukan selama bulan Ramadan ialah membaca Al-Quran.
Al-quran adalah Kalamullah. Disampaikan oleh Malaikat terbaik Allah yakni Jibril AS dan diberikan kepada Mahluk terbaik dimuka bumi sejak diciptakan hingga akhir zaman yakni Baginda Rasululllah Muhammad SAW.
Amal berupa membaca Alquran sangat mudah dan murah , tidak memerlukan biaya atau modal seperti amal-amal lain seumpama bersedekah, atau berumrah. Namun begitu Ganjaran pahalanya sangat-sangatlah besar.
Membaca Alquran apalagi mentadaburinya, merupakan perbuatan yang sangat bernilai tinggi. Seutama-utama amal saleh di bulan Ramadan ialah membaca Al-quran.
Seutama-utama manusia adalah yang belajar dan mengajarkan Al-quran. Nilai pahala membaca Al-quran sangat besar, tidak dihitung per ayat atau per surat apalagi per juz melainkan per huruf. Bayangkan setiap huruf dalam Alquran kemudian dibaca itu diganjar pahala yang akan dilipatkan gandakan sewaktu dibaca di dalam bulan Suci Ramadan.
Masyalalah subhanallah (Maha Suci Allah) betapa agung dan besarnya pahala siapa saja baik Muslim laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, besar atau kecil yang gemar dan mau membaca Al-quran di dalam bulan Ramadan secara rutin.
Muslim laki-laki-laki, muslim perempuan berlomba-lomba membaca Al-quran. Setiap habis salat fardu atau salat sunnat mereka berkumpul membentuk lingkaran-lingkaran kecil membaca secara bergantian sambil menyimak bacaan temannya.
Supaya bacaan sesuai tajwidnya akan dibimbing oleh seorang guru yang ahli di dalam ilmu membaca Al-quran. Membaca Al-quran akan semakin indah, syahdu dan menimbulkan rasa rindu untuk membaca dan membaca bila disertai dengan lagu-lagu atau irama membaca Al-quran.
Meski begitu bagi pemula lagu atau irama tidak menjadi hal yang penting, yang paling Utama mau membaca dulu sesuai hukum-hukum bacaan Al-quran
Tidak ketinggalan remaja-remaja Masjid di dalam bulan Ramadan menggelar perlombaan membaca Al-quran atau menghafal surat-surat di dalam Al-quran.
Lebih-lebih Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi meminta agar Risma-risma di Masjid se-Kota Bengkulu untuk diaktifkan selama Ramadan, dengan salah kegiatannya ialah membaca Al-quran.
Hal itu tiada lain agar kecintaan di dalam membaca Al-quran tumbuh sejak usia anak-anak atau usia dini.
Bulan Ramadan merupakan bulan di turunkannya Al-quran, setiap tahun selama bulan Ramadan di masa kenabian, Malaikat turun menemui Nabi Muhammad SAW untuk mengkoreksi hafalan, agar kemurnian al-quran tetap terjaga.
Allah SWT di dalam Alquran menegaskan yang artinya kurang lebih, “Kamilah (Allah) yang menurunkan Al-quran dan kami (Allah) pulalah yang akan menjaganya.
Al-quran sejak dulu atau sejak pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW hingga sekarang sedikitpun tidak berubah. Allah menjamin Al-quran terjaga hingga dunia kiamat.
Kemurnian Al-quran terjaga oleh lisan-lisan para Hafiz – Hafizoh yang rutin menghafal ayat-ayat Al-quran.
Siapapun dia yang gemar dan rutin membaca Al-quran akan langsung terasa manfaatnya selama di dunia. Orang yang rutin membaca Al-quran akan diberikan kecerdasan yang sangat baik. Diberikan hati atau Qalbu yang tenang karena selalu mengingat Allah dengan selalu membaca kalam-kalamNya yang termuat di dalam Al-quran.
Al-quran juga akan menjadi safaat, bagi siapapun yang gemar membacanya. Al-quran akan datang kepada Allah, mengadu bahwa si pulan bin pulan adalah ahli pembaca Al-quran. Dirinya selalu rutin membaca Al-quran, semata-mata mengharap pahala dariMu yaa Allah.
Allah Ridha kepada ahli pembaca Al-quran , Allah akan mengampuni dan merahmatinya memasukkannya ke dalam syurga Firdaus bersama Nabi-Nabi dan orang saleh lainnya.
Penulis Pengurus Masjid Al-Hadi Bentiring Permai








