Oleh: Dimas Priansah, S.Ikom
Di sudut Kabupaten Seluma, deru mesin kendaraan kini bukan lagi suara asing.
Jalanan yang dulunya akrab dengan kubangan lumpur, kini telah bersalin rupa menjadi aspal hitam yang kokoh.
Bagi anak-anak sekolah di sana, sepatu bersih bukan lagi kemewahan, dan bagi petani, jarak ke pasar bukan lagi hambatan yang mencekik nyali.
Potret kecil di Seluma ini adalah fragmen dari transformasi besar yang sedang diupayakan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, dan Wakil Gubernur Mian.
Memasuki satu tahun kepemimpinan mereka, visi “Bengkulu Maju yang Religius, Sejahtera, dan Berkelanjutan” bukan sekadar barisan kata di atas kertas visi-misi, melainkan kerja nyata yang mulai menyentuh akar rumput.
Infrastruktur: Bukan Sekadar Aspal, Tapi Urat Nadi
Helmi Hasan memahami betul bahwa ketimpangan ekonomi seringkali bermula dari akses yang terputus.
Melalui program “Jalan Mulus”, Pemerintah Provinsi Bengkulu melakukan langkah berani dengan mengalokasikan hampir Rp600 miliar dari APBD 2025.
Dana ini dikucurkan untuk memulihkan 22 ruas jalan provinsi yang tersebar di sembilan kabupaten dan satu kota.
Dari Simpang Ngalam hingga pelosok Lebong, perbaikan infrastruktur ini menjadi prioritas utama.
”Seluruh jalan kewenangan provinsi akan kita baguskan. Memang tidak bisa tuntas dalam setahun, setidaknya butuh Rp2,5 triliun dalam tiga tahun kedepan. Namun, kita mulai dengan optimisme,” ujar Helmi.
Kesehatan: Negara Hadir di Saat Kritis
Salah satu momok terbesar masyarakat kelas menengah ke bawah adalah biaya rumah sakit.
Menjawab kegelisahan itu, duet Helmi-Mian mengunci komitmen pada sektor kesehatan melalui program Bantu Rakyat BPJS Gratis.
Dengan alokasi Rp167 miliar, Bengkulu kini resmi menyandang status Universal Health Coverage (UHC) dengan cakupan kepesertaan 100%.
Keberhasilan ini pun mendapat pengakuan di tingkat pusat melalui penghargaan pada Januari 2026 lalu.
Namun bagi Helmi, penghargaan hanyalah bonus. Esensi utamanya adalah ketenangan warga: bahwa saat sakit menyerang, negara sudah menjamin kesembuhan mereka tanpa beban biaya.
Kehadiran negara juga kian nyata lewat bantuan 130 unit ambulans gratis yang telah disebar ke desa-desa pada pertengahan 2025, dengan rencana penambahan 138 unit lagi di tahun ini.
Ambulans-ambulans ini adalah “penyambung nyawa” bagi warga desa terpencil menuju pusat layanan kesehatan.
Kesejahteraan yang Terasa di Rumah
Pembangunan tidak berhenti di jalan raya. Di balik dinding-dinding rumah warga, cahaya mulai bersinar.
Melalui kolaborasi dengan kementerian terkait, ribuan rumah tangga miskin mendapatkan bantuan pasang listrik gratis dan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
begitupula di sektor ekonomi, stabilitas harga komoditas unggulan seperti kopi, sawit, dan karet menjadi fokus utama.
Sebagai daerah agraris, kestabilan harga adalah kunci agar petani Bengkulu tidak sekadar bekerja, tapi juga sejahtera.
Kepemimpinan dengan Sentuhan Spiritual
Yang membedakan kepemimpinan Helmi-Mian adalah keberanian mereka memasukkan nilai religius dalam birokrasi.
Program “Retret Merah Putih” meningkatkan spiritual bagi ASN dan kewajiban pejabat menjadi orang tua asuh bagi anak yatim di seluruh Provinsi Bengkulu yang tidak membedakan suku, ras dan agama menciptakan wajah pemerintahan yang lebih humanis.
Helmi sendiri diakui sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat melalui BAZNAS Awards 2025, membuktikan bahwa tata kelola pemerintahan bisa berjalan selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas.










