Oleh Iksan Agus Abraham, SH
BENGKULU, infosumatera.com-Pembaca budiman, sekarang kita sedang berada di Jumat Minggu pertama bulan Juli tahun 2026. Hari JUmat dalam keyakinan Islam, disebut sebagai rajanya hari. Jumat menjadi spesial lantaran keutamaan yang dimiliki.
Di antara keutamaan hari Jumat adalah terdapat waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa. Bila seseorang berdoa tepat diwaktu tepat, maka kemungkinan doanya terkabul sangat besar.
Menurut ulama diantara waktu mustajab itu adalah saat Khatib salat Jumat duduk di antara dua Khutbah. Waktunya tidak lama, rata-rata kurang dari satu menit. Saat itu doapun yang kita panjatkan kehadirat Allah, insyallah dikabulkanNya.
Diantara anjuran ulama saat berada di antara waktu itu ialah membaca salawat untuk Baginda Nabi Muhammad SAW. Allah Humma Sholi a’la Muhammad wa a’la ali syaidina Mhammad. Artinya adalah Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarga junjungan kami Nabi Muhammad.
Hal ini merupakan doa, puji-pujian dan ungkapan cinta kita ummat Islam kepada Rasulullah SAW.
Bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan perintah Allah. Dalam Al-quran Surat Al-Alhab ayat 56, Allah swt, berfirman yang artinya:
Sesungguhnya Allah dan para MalaikatNya bersalawat untuk Nabi, Wahai orang-orang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam dengan penuh penghormatan.
Sedemikianlah perintah salawat itu, sampai-sampai ulama ada yang mengkhususkan amalam membaca salawat pada hari jumat tersebut.
Manfaat membaca salawat
Manfaat membaca salawat itu sangatlah banyak. Diantara manfaat-manfaatnya ialah menumbuhkan rasa cinta, rasa sayang kepada Nabi Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.
Bila tumbuh rasa cinta dan sayang, maka akan tumbuhlah rasa untuk mentauladani, cara hidup Nabi menjadi panutan. Akan tumbuh dalam hati mempelajari sejarah kehidupan Nabi, dunia sekitar 1400 tahun lalu.
Meskipun Baginda Nabi Muhammad SAW telah lama wafat, namun bila kita rutin membaca salawat maka seolah-olah ia hidup, menuntun kita untuk menggapai bahagia dunia dan akhirat.
Terlebih di era sekarang ini, dimana kita membutuhkan pegangan, bimbingan agar tidak tersesat menjadi manusia sia-sia di dunia maupun di akhirat.










