,

Catatan Ringan dari Arena Konferprov PWI Tahun 2026 di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu

oleh -1 Dilihat
Pembacaan Doa memulai kegiatan Konferprov

Oleh Iksan Agus Abraham, SH

BENGKULU, infosumatera.com-Kadang-kadang  saya sempat berfikir, ketika ada hajatan besar, PWI seperti Konferensi Provinsi saya didaulat membaca doa. Tugas itu, menurut saya cukup berat, karena tidak punya kapasitas untuk itu. Salat saja masih bolong-bolong, serta untuk kadang beribadah timbul rasa malas

Meski begitu saya thinking positi. Akhirnya sedikit percaya diri jadi juga membaca doa   Dengan langkah gugup naik ke podium. Tak Lupa bawa peci hitam dan kacamata Maklum di usia sekarang sudah 53 tahun, benda tersebut sangat perlu . Kacamata sendiri sudah dikenal sejak peradaban Cina.

Doa bagi saya dan kita semua merupakan permintaan kita kepada Tuhan yang Mahaeasa atau  Allah SWT, ataupun nama-nama lain bagi agama-agama resmi di Indonesia  agar Dia yang Maha Tinggi mengabulkannya.

Saat akan naik ke Podium saya sempat meliirik ke arah Petahana dan sedikit memberikan anggukan , dan itu direspon sang Petahana dengan memberi senyum khasnya

Sebelum memulai doa saya sampaikan dulu kebiasaan kita memulai doa secara agama Islam sebagai agama Mayoritas dan untuk agama lain silahkan untuk  menyesuaikan. Baru setelahnya  saya membaca doa berupa ucapkan salam sejahtera bagi kita semua dan salam kebajikan.

Setelah memulai membaca bismillah, mengucapkan salam membaca  hamdalah dan salawat Nabi, saya meneruskan doa membaca keselamatan. Kemudian saya susul doa berbahasa Indonesia. Pilihan untuk membaca doa dalam Bahasa Indonesia dikarenakan Mustahil, kita meminta tapi kita sendiri tidak mengerti artinya.

Doanya masih saya hafal, karena malam sebelumnya naskah doa itu sudah saya persiapkan.  Dari naskah doa itu saya tulis, Jadikan Konferprov sebagai sarana silaturahmi untuk mengikat kekompakan  sesama teman se-Profesi  dan bukan sebagai dari perpecahan.

Pagi itu Sabtu 18 Juli 2026, saya di daulat membacakan doa untuk  agenda pemilihan Ketua Baru PWI dan Ketua Dewan Kehormatan Periode 2026-2031. Acara itu dihadiri Sekdaprov Dr. Herwan Antoni mewakili Gubernur, Porkopimda, Dinas Kominfotik Provinsi, Kesbangpol dan udangan lain.

Diantara doa saya tulis dan bacakan itu yakni meminta jangan terjadi perpecahan, tetap kompak serta saling menjaga persatuan, Alasannya karena Calon untuk ketua PWI hanya 2 orang. Istilahnya dalam pertempuran terjadi Head to Head.

Setelah melewati persaingan ketat ditandai kejar-kejaran raihan suara, dag-dig dug peserta mulai meningkat, karena sempat beberapa kali mulai dari skor 15 suara sampai ke suara tiga kedudukan sama kuat.  akhirnya Incumbent Marsal Abadi berhasil menang tipis dengan Perolehan suara 66 berbanding 63.

Sejak awal Konferprov suhu persaingan mulai dan tampak  memanas. Para peserta konferprov dari seluruh Kabupaten Kota silih berganti menginterupsi pimpinan sidang hingga jelang pemilihanpun hujan interupsi tak henti-henti dilayangkan peserta Konferprov. Meski suasana memanas tapi situasi tetap kondusif aman dan terkendali. Kedewasaan seluruh peserta tampak terlihat . Para Peserta Konferprov tetap menunjukkan kejiwabesarannya. Kekhawatiran akan terjadinya perpecahan yang saya suarakan lewat lantunan doa sepertinya tidak terjadi.

Saya juga tidak mengetahui apa karena doa itu, atau karena wujud  demokratis serta menjunjung semangat persaudaraan, saling menghargai dan mencintai sesama rekan se-Profesi  sudah sangat baik di lingkungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu.

Akhirnya selamat untuk Marsal Abadi, SE  terpilih kembali menjadi Ketua PWI untuk periode ke-2, Yakni 2026-2031 dan akan didampingi oleh Ketua Dewan Kehormatan Sukatno, M. Si. Sementara untuk  calon lain Iud Dwi Mursito jangan patah semangat. Banyak sekali mendoakan untuk  kesuksesan dan kemajuan anda sendiri di masa-masa akan datang. Anda masih muda, masih banyak kesempatan indah menanti di depan mata anda.

Penulis Wartawan Senior di Bengkulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.