Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu selalu punya kegiatan spesial dan menarik saat menggelar tahunan Pelatihan buat insan Jurnalis ekonomi se-Provinsi Bengkulu. Diantara dua kegiatan menarik tersebut ialah, latihan menjadi Barista dan Latihan Menembak.
Pelatihan Barista digelar di kawasan dekat Danau Mas Harun Bestari, sementara latihan menembak di gelar di lapangan Mako Brimbob Simpang Nangka Kota Curup Rejang Lebong. Pelatihan itu sendiri dilaksanakan sejak 6-9 September 2026 di Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong
Barista merupakan seseorang dengan keahlian khusus meracik, membuat dan menyajikan minuman berbahan dasar kopi terutama espreso kepala pelanggan. Selama dua jam di Kawasan Villa Danau Harun Bestari peserta dilatih oleh tiga orang Barista berpengalaman, untuk mempelajari teknik latte art, latte, hingga membuat menu seperti cappucino.
BI Bengkulu mau mengenalkan profesi ini, kepada peserta pelatihan, mengingat potensi kopi Bengkulu begitu luar biasa serta sangat di minati di Pasar Luar Negeri.
‘’Siapa tahu nanti, setelah tidak lagi menjadi jurnalis ada diantara rekan-rekan wartawan yang akan beralih profesi menjadi Barista dan sekaligus membuka usaha minuman kopi ini, ‘’ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu Wahyu Juwana Hidayat ketika ikut menemani peserta pelatihan berlatih menjadi Barista
Wahyu Juwana Hidayat Menambahkan profesi Barista ini cukup menarik buat ditekuni, mengingat potensi Kopi dari Bengkulu sangat banyak serta berkualitas tinggi asalkan mendapat pengolahan yang standar.
‘’Kalau pembeli luar negeri mereka siap membayar mahal biji kopi kita asalkan memang kualitasnya dijaga, ‘’kata Wahyu kepada infosumatera.com.
Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu menekankan pembudidayaan Kopi dari Bengkulu akan terus berkelanjutan. Arti berkelanjutan terus menerus berkesinambungan, serta di dukung penuh semua pihak, dengan perencanaan matang.
Semua ini kata dia telah menjadi agenda utama Provinsi Bengkulu serta Kabupaten-kabupaten penghasil kopi di dalam pengembangan kopi Bengkulu. Intensifikasi perkebunan kopi bakal ditingkatkan, antara lain penyediaan bibit-bibit unggul.
Starbuck Perusahaan dan jaringan kedai kopi global asal Amerika wilayah Sumatera juga sudah di undang memberikan informasi bagi petani Kopi di Kepahiang serta Tomoro Coffee kedai Kopi asal Indonesia berbasis digital guna menjajal untuk membeli dan menampung hasil Kopi dari petani di wilayah Kabupaten Kepahiang.
Sebagai Gambaran Provinsi Bengkulu berhasil mengekspor kopi sebanyak 19,2 ton, ke Italia serta pencatatan kopi itu berasal dari Provinsi kaya akan kopi.
Momentum ekspor Kopi Perdana dari Bengkulu ke Italia dapat dijadikan titik bangkit Kopi Bengkulu menjadi komoditas ekspor utama provinsi Bengkulu ke luar negeri. Sudah saatnya Kopi Bengkulu menjadi tuan di negeri sendiri. Pameo lama Bengkulu punya Kopi, Lampung Punya nama, telah hilang menjadi nama Kopi Bengkulu mendunia
Hal tersebut merupakan pretasi dari kerja keras Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Kabupaten-kabupaten dalam mendorong UMKM Go ekspor. Selama bertahun-tahun Bank Indonesia fokus dalam pengembangan UMKM Go ekspor termasuk komoditas utama yakni biji kopi berkualitas
Tak hanya itu Bank Indonesia memberikan bantuan baik mesin-mesin dan alat mengolah kopi termasuk pembukaan akses ke perbankan, dalam hal permodalan maupun penyediaan dokumen-dokumen untuk transaksi ekspor.
Dari 1 Kota dan sembilan Kabupaten, 5 diantaranya adalah sentra Kopi. Ke-5 kabupaten penghasil kopi dari Provinsi Bengkulu Kepahiang, Lebong , Rejang Lebong, Lebong, Seluma dan Kabupaten Kaur.
Lanjut latihan Menembak.
Kesabaran , ketenangan dan fokus merupakan kunci keberhasilan, hal ini menjadi dasar BI mengajak jurnalis berlatih menembak. Lapangan Mako Brimob, Curup Rejang Lebong dipilih sebagai lokasi latihan.
Di bimbing instruktur berpengalaman, setiap peserta di beri 10 butir peluru berjarak tembak kurang lebih 25 meter.








