BENGKULU, infosumatera.com-Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memastikan kuota BBM subsidi untuk Provinsi Bengkulu dalam kondisi aman dan mencukupi.
Kepastian ini didapat setelah Pemerintah Provinsi Bengkulu melakukan audiensi dengan BPH Migas di Gedung BPH Migas, Jakarta, Selasa (24/2).
Dalam pertemuan tersebut, BPH Migas memaparkan secara rinci data kuota dan realisasi penyaluran BBM jenis Pertalite (JBKP) dan Solar (JBT) di Bengkulu.
Helmi Hasan menegaskan, dari data tersebut, Bengkulu tidak pernah mengalami kekurangan kuota BBM.
“Setelah kita lihat langsung data dari BPH Migas, kuota BBM Bengkulu baik Pertalite maupun Solar itu cukup. Tidak pernah ada kekurangan kuota dari pemerintah pusat,” ujar Helmi usai pertemuan.
Menurut Helmi, persoalan utama yang selama ini terjadi bukan pada kuota, melainkan pada keterbatasan jumlah SPBU, khususnya di Kota Bengkulu.
Ia mengatakan, kondisi ini menyebabkan distribusi belum optimal dan memicu antrean di sejumlah titik.
“Masalah kita ternyata bukan kuota, tetapi jumlah SPBU yang masih kurang. Kuota sudah cukup, tetapi SPBU belum mencukupi untuk menampung dan menyalurkan secara maksimal,” jelasnya.
Sebagai solusi, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan segera mengambil langkah strategis dengan mendorong penambahan SPBU. Pemprov Bengkulu berkomitmen memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat.
“Intinya, kuota sudah cukup. Sekarang tugas kita memperkuat infrastruktur penyaluran. Kita ingin masyarakat Bengkulu mudah mendapatkan BBM tanpa antre panjang,” tegas Helmi.
Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas, Hasbi Anshory, menyatakan pihaknya siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
“Kami siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk memastikan energi tersalurkan dengan baik dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujarnya.
Berdasarkan data, total kuota Pertalite Bengkulu pada tahun 2025 mencapai 252.857 kiloliter (KL) dan terealisasi hampir seluruhnya di masing-masing kabupaten/kota dengan persentase penyaluran rata-rata di atas 89 persen.
Sementara pada tahun 2026, kuota Pertalite Bengkulu sebesar 231.356 KL, atau turun sekitar 8,5 persen.
Sedangkan untuk BBM jenis Solar, kuota Bengkulu pada tahun 2025 tercatat 108.191 KL, dan tersalurkan optimal, bahkan beberapa daerah seperti Bengkulu Tengah dan Lebong realisasinya melebihi 100 persen dari kuota.
Pada tahun 2026, kuota Solar sebesar 96.151 KL, atau turun sekitar 11,1 persen, dengan realisasi awal tahun masih berkisar 12 hingga 18 persen karena tahun anggaran masih berjalan.








