,

Hadirnya Belungguk Point, Mobil Wisata Lahirkan Peluang Ekonomi Baru Bagi Kota Bengkulu

oleh -607 Dilihat
Belungguk Point sumber pendapatan ekonomi baru warga Kota Bengkulu

BENGKULU, infosumatera.com-lokasi Belungguk Point sejak awal dibuka, sudah diprediksi akan mengefek kepada aktivitas ekonomi masyarakat.

Hal tersebut terbukti dengan hadirnya kendaraan wisata . Masyarakat  menyebutnya dengan nama mobil odong-odong.

Pelaku usaha memanfaatkan Belungguk point serta tempat-tempat wisata di Kota Bengkulu sebagai lokasi lintasan wisata terutama malam hari untuk  menyaksikan indahnya Kota Bengkulu

Orang nomor satu di Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, sebagai pencetus ide Belungguk Point langsung  menggali langsung pengalaman pengemudi odong-odong terkait manfaat keberadaan kawasan tersebut.

Sosok Dedy sebagai mantan Jurnalis andal, langsung  menanyakan sejak kapan usaha odong-odong mulai berkembang di Kota Bengkulu.

“Sejak kapan ada odong-odong ini?” tanya Dedy.

Pengemudi odong-odong menjawab bahwa usaha tersebut mulai hadir sejak adanya Belungguk Point.

Dedy kemudian menanyakan pendapatan yang diperoleh pengemudi setiap harinya.

Pengemudi itu mengungkapkan, dalam kondisi normal pendapatannya bisa mencapai Rp400 ribu sehari. Bahkan, saat pengunjung ramai, penghasilannya bisa lebih besar.

“Alhamdulillah, Rp400 ribu. Kalau lagi ramai, Alhamdulillah lebih,” ungkap pengemudi tersebut.

Ia menyebut malam Sabtu, malam Minggu, dan malam Senin menjadi waktu yang paling ramai penumpang.

Menurut Dedy, kondisi ini menunjukkan bahwa kehadiran ruang publik dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pengunjung.

Dedy juga optimistis peluang usaha tersebut akan semakin berkembang setelah revitalisasi kawasan Kampung Cina selesai.

Kawasan itu direncanakan menjadi bagian dari rute wisata odong-odong yang menghubungkan Belungguk Point, Jalan Soeprapto, kawasan Pintu Batu, hingga Kampung Cina.

“Alhamdulillah, nanti akan lebih ramai lagi setelah Kampung Cina selesai,” ujar Dedy.

Pengemudi odong-odong pun berharap pengembangan kawasan wisata kota dapat semakin meningkatkan jumlah penumpang dan pendapatan mereka.

Ia mengaku mendukung upaya pemerintah menghidupkan kembali kawasan-kawasan yang berpotensi menjadi tujuan wisata masyarakat.

Dengan semakin banyaknya ruang publik dan destinasi yang dikembangkan, aktivitas ekonomi diharapkan ikut tumbuh. Tidak hanya bagi pengemudi odong-odong, tetapi juga pedagang kecil dan pelaku usaha lainnya yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.