,

Momentum Bulan Bakti Peternakan ke-190, Pemprov Bengkulu Kembali Dorong Peternak Lebih Modern dan Berdaya Saing

oleh -209 Dilihat
Bulan Bakti Peternakan ke-190 dn peringatan Hari Rabies sedunia juga di isi dengan penyerahan piagam penghargaan kepada paramedis berprestasi dan lainnya

BENGKULU, infosumatera.com-Pemerintah Provinsi Bengkulu  menunjukkan komitme memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu pilar ketahanan pangan, penggerak ekonomi kerakyatan, sekaligus penjaga kesehatan masyarakat.

Komitmen itu  ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, saat membuka  resmi Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 serta Peringatan Hari Rabies Sedunia Tahun 2026 di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Senin (28/9).

Mewakili Gubernur Bengkulu, Herwan Antoni menegaskan  sektor peternakan memiliki peran  jauh lebih besar dibanding sekadar penyedia bahan pangan hewani.

Sektor ini merupakan fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia sehat dan berkualitas sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di pedesaan.

“Peternakan bukan hanya menyediakan daging, telur, dan susu  bernilai gizi tinggi, tetapi  menjadi penggerak ekonomi rakyat  membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pembangunan sektor peternakan harus menjadi perhatian bersama,” tegas Herwan.

Peringatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan kata Herwan  telah memasuki usia ke-190 tahun, bukti panjang dedikasi insan peternakan  mendukung ketahanan pangan nasional.

Momentum tersebut semakin bermakna karena bertepatan dengan Hari Rabies Sedunia, diperingati setiap 28 September.

Rabies masih menjadi ancaman serius, membutuhkan perhatian seluruh elemen masyarakat. Oleh sebab itu, edukasi, pencegahan, serta penguatan kesadaran kolektif harus terus dilakukan guna melindungi kesehatan hewan dan keselamatan manusia.

“Momentum Hari Rabies Sedunia ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat komitmen dalam mengendalikan serta memberantas rabies. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat,” ujarnya.

Herwan mengatakan berbagai program  dilaksanakan dalam rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan tahun ini dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya para peternak.

Selama tiga hari pelaksanaan, mulai 28 hingga 30 September 2026, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan, mulai dari vaksinasi rabies dan pelayanan kesehatan hewan gratis, Gerakan Makan Telur (Gemar Telur), konsultasi teknis peternakan, pendampingan kelompok tani, demonstrasi pemeriksaan semen beku dan inseminasi buatan (IB), pemeriksaan kebuntingan ternak, hingga pameran teknologi reproduksi dan pakan ternak.

Program-program tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong transformasi sektor peternakan menuju sistem y lebih modern, produktif, dan berdaya saing tinggi.

“Melalui rangkaian kegiatan  edukatif, interaktif, dan aplikatif ini, kami berharap para peternak di Provinsi Bengkulu mampu bertransformasi menjadi peternak  modern, inovatif, tangguh, serta memiliki daya saing  kuat di tengah perkembangan zaman,” katanya.

Pemerintah Provinsi Bengkulu, sambung Herwan, akan terus hadir memberikan pendampingan, fasilitasi, dan dukungan kepada para pelaku usaha peternakan agar produktivitas dan kesejahteraan peternak terus meningkat dari waktu ke waktu.

Pada kesempatan tersebut, Herwan Antoni juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, para tenaga medis veteriner, penyuluh lapangan, instansi vertikal, lembaga terkait, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan.

Ada pula penyerahan sertifikat penghargaan kepada dokter hewan terbaik, paramedik terbaik, inseminator terbaik, dan kelompok perguliran terbaik di Provinsi Bengkulu.

Salah seorang pemilik hewan, Eti, menyambut baik program ini. Ia membawa satu ekor kucing untuk divaksin rabies.

“Saya punya banyak kucing, tapi  divaksin hari ini cuma satu ekor, karena yang lain sudah divaksin. Program ini sangat bagus, karena selain divaksin ada pengobatan juga,” ujar Eti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.