,

Inovasi Gambut dan Berbagai Upaya Hentikan Bara Karhutla, Kapolda Kalsel Turun Langsung

oleh -19 Dilihat
berbagai upaya dilakukan Polri untuk menjinakkan Karhutla yang sudah membuahkan hasil

JAKARTA, infosumatera.com- Polri terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pendekatan berbasis teknologi, inovasi, dan pengerahan seluruh kekuatan secara maksimal.

Langkah ini dilakukan untuk mengatasi kebakaran di lahan gambut yang tidak hanya terjadi di permukaan, tetapi juga dapat menyebar dan menyisakan bara api di bawah lapisan tanah.

Salah satu inovasi yang diterapkan Polda Kalimantan Selatan adalah Gambut Injection, yakni metode pemadaman dengan menyuntikkan cairan pemadam ke dalam lapisan gambut hingga kedalaman sekitar dua meter.

Metode ini dirancang untuk menjangkau sumber bara yang tidak terlihat secara kasatmata dan berpotensi kembali memicu kebakaran.

Dalam pelaksanaannya, Gambut Injection dipadukan dengan penggunaan drone thermal untuk mendeteksi titik panas secara lebih akurat.

Teknologi tersebut membantu petugas memetakan lokasi bara di bawah permukaan, termasuk titik-titik yang tidak lagi menunjukkan kobaran api, tetapi masih memiliki suhu tinggi.

Cairan yang digunakan dalam proses pemadaman berupa konsentrat surfaktan. Cairan tersebut dicampurkan dengan air, kemudian disalurkan melalui peralatan khusus dan disuntikkan langsung ke lapisan gambut pada titik yang terdeteksi memiliki panas atau bara.

Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., turun langsung pada Kamis, 27 Agustus 2026, untuk memastikan seluruh upaya, inovasi, personel, dan peralatan dikerahkan secara maksimal serta berjalan efektif sesuai dengan kondisi di lapangan.

Pada hari tersebut, Kapolda Kalsel bersama Wakapolda dan pejabat utama Polda Kalsel melakukan patroli menggunakan kendaraan trail dari Posko BPBD Tegal Arum menuju Posko Pantau Karhutla di Desa Pengayuan, Kota Banjarbaru.

Dalam patroli yang berlangsung di wilayah Tegal Arum, Desa Pengayuan, dan sekitar kawasan Bandara Syamsuddin Noor, Kapolda memantau kondisi wilayah yang terdampak karhutla, kesiapsiagaan personel dan peralatan, serta titik-titik yang berpotensi kembali terbakar. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara Polri, BPBD, pemerintah daerah, relawan, dan unsur terkait lainnya.

Saat menyisir lahan pinggir jalan di sekitar kawasan Bandara Syamsuddin Noor, rombongan menemukan titik api. Kapolda Kalsel langsung turun dari kendaraan untuk mengecek kondisi lokasi, memastikan luas area terdampak, arah penyebaran api, serta kemungkinan adanya bara yang menjalar ke dalam lapisan gambut.

Setelah memastikan adanya titik api, Kapolda memerintahkan AWC serta kendaraan Karhutla Satbrimob Polda Kalsel yang berada di Posko BPBD Tegal Arum untuk segera dikerahkan ke lokasi guna mempercepat proses pemadaman.

Perintah tersebut segera ditindaklanjuti oleh personel di lapangan. Pemadaman dilakukan secara terpadu oleh personel Polri bersama BPBD dan relawan. Penanganan juga diperkuat dengan dukungan water bombing menggunakan helikopter BPBD Kalsel, terutama untuk menjangkau area yang sulit diakses melalui jalur darat dan mempercepat pembasahan lahan.

Kobaran api di permukaan berhasil dikuasai. Namun, hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan masih terdapat potensi bara di bawah permukaan gambut. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena api bawah permukaan dapat bertahan dalam waktu lama, berpindah melalui lapisan gambut, dan kembali muncul ketika kondisi lahan mengering atau tertiup angin.

Untuk memastikan api tidak kembali menyala, Polda Kalsel kemudian menerapkan metode Gambut Injection di lokasi titik panas sekitar kawasan Bandara Syamsuddin Noor.

Tahap pertama dilakukan dengan mendeteksi titik panas menggunakan drone thermal. Setelah lokasi teridentifikasi, petugas menentukan titik penyuntikan dan menyalurkan cairan surfaktan ke lapisan gambut yang masih menyimpan panas.

Cairan tersebut bekerja dengan membasahi lapisan gambut secara lebih dalam dan membantu menekan sumber bara.

Dengan demikian, proses pemadaman tidak hanya dilakukan terhadap api yang terlihat di permukaan, tetapi juga diarahkan untuk menghentikan proses pembakaran yang berlangsung di bawah tanah.

Hasil uji coba di lokasi tersebut menunjukkan adanya penurunan suhu yang signifikan. Titik panas yang sebelumnya terdeteksi memiliki suhu sekitar 130°C turun menjadi sekitar 30°C setelah dilakukan penyuntikan cairan pemadam. Selain itu, asap yang sebelumnya terlihat di lokasi menghilang dalam waktu kurang dari dua menit.

 

Penurunan suhu tersebut menjadi indikator bahwa metode Gambut Injection mampu membantu mendinginkan lapisan gambut dan menekan potensi bara yang dapat memicu kebakaran susulan. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan tidak terdapat titik panas baru di sekitar lokasi.

Untuk mendukung penerapan metode tersebut, Bidlabfor Polda Kalsel telah memproduksi sekitar 3.000 liter konsentrat surfaktan. Konsentrat tersebut dapat dicampurkan dengan sekitar 300.000 liter air, sehingga dapat digunakan untuk menangani area yang lebih luas.

Produksi konsentrat akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan di lapangan. Polda Kalsel juga terus melakukan evaluasi terhadap efektivitas metode, kebutuhan peralatan, pola penyuntikan, serta strategi pemantauan pascapemadaman.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar sumber api hingga ke bawah permukaan.

“Pada Kamis, 27 Agustus 2026, Kapolda Kalsel turun langsung di Posko BPBD Tegal Arum, dalam perjalanan menuju Posko Pantau Karhutla Desa Pengayuan, serta di lokasi titik api sekitar Bandara Syamsuddin Noor. Kapolda mengecek langsung kondisi lahan dan memerintahkan pengerahan AWC serta kendaraan Karhutla Satbrimob Polda Kalsel dari Posko BPBD Tegal Arum. Ini untuk memastikan seluruh langkah penanganan, termasuk inovasi Gambut Injection, pengerahan personel, dan penggunaan peralatan, benar-benar dilakukan secara maksimal dan efektif di lapangan,” ujar Trunoyudo.

Menurutnya, kehadiran pimpinan di lapangan penting untuk memastikan proses pemadaman berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Selain itu, pengecekan langsung juga diperlukan untuk memastikan seluruh peralatan, personel, dan dukungan lintas instansi dapat digunakan secara optimal.

Ia menegaskan Kapolri telah memerintahkan seluruh Kapolda yang wilayahnya mengalami karhutla untuk bekerja maksimal, meningkatkan kesiapsiagaan, mengerahkan seluruh kekuatan, dan mengembangkan berbagai metode penanganan sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

“Semua Kapolda harus all out. Turun langsung ke lokasi karhutla, kerahkan seluruh kekuatan, gunakan seluruh cara yang tersedia, dan terus berinovasi. Jangan hanya memadamkan api di permukaan, tetapi pastikan bara di bawah tanah juga dihentikan,” tegasnya.

Polri terus memperkuat sinergi dengan BPBD, pemerintah daerah, relawan, dunia usaha, dan masyarakat dalam seluruh tahapan penanganan karhutla. Sinergi tersebut mencakup deteksi dini, patroli, pemadaman, pendinginan, pemantauan titik panas, serta pencegahan agar api tidak kembali menyala.

Melalui penerapan teknologi, penguatan peralatan, pengerahan seluruh kekuatan, dan keterlibatan langsung pimpinan di lapangan, Polri berkomitmen memastikan karhutla dapat dikendalikan secara cepat dan menyeluruh.

Penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api yang terlihat, tetapi juga pada penghentian bara di bawah permukaan agar risiko kebakaran berulang dapat ditekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.