BENGKULU, infosumatera.com-Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu bersama Pemprov dan Pemkab Kepahiang melakukan ekspor perdana Kopi Bengkulu ke luar negeri terutama Eropa yakni Italia.
Hal ini wujud dukungan penuh Bank Indonesia atas kegiatan ekspor berupa komoditas perkebunan kopi rakyat berikurt Usaha Kecil Menengah Mikro (UMKM).
Ekspor perdana Kopi Bengkulu, spesial, karena dokumen serta pencatatan ekspor berasal dari Provinsi Bengkulu.
Diantara pencatatan dan Dokumen itu antara lain pemberitahuan Ekspor barang (PEB)/pemberitahuan Impor Barang (PIB) atau dokumen pabean resmi untuk mencatat barang keluar atau masuk daerah pabean
Ekspor Perdana Kopi Bengkulu menjadi babak baru sejarah Kopi Bengkulu karena peminatnya sudah internasional. Kegiatan ekspor Perdana Kopi Bengkulu ini akan masuk dalam catatan Berita Resmi Statistik (BPS) sebagai komoditas ekspor dari Provinsi Bengkulu
Moment keberangkatan Kopi seberat 19,2 ton dengan nilai sebesar 71 ribu dollar amerika atau setara hampir Rp 1,2 Miliar tersebut dilakukan di Halaman Kantor Pemkab Kepahiang Senin 7 September siang.
Hadir Wakil Gubernur Mian, Bupati Kepahiang Zurdi Nata serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wahyu Juwana Hidayat beserta sejumlah undangan, baik dari Kementerian Pertanian maupun dari Kabupaten tetangga yakni Kabupaten Rejang Lebong dan Lebong.
Dua Kabupaten tersebut bersama Kabupaten Kepahiang merupakan sentra penghasil Kopi Bengkulu diluar Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kaur. Secara bersamaan ketiga kabupaten dalam dataran tinggi penghasil Kopi melakukan MOU di dalam pengembangan Budidaya Kopi Bengkulu guna peningkatan kualitas maupun kuantitas.
Wagub Bengkulu Ir. Mian mengatakan sangat bangga, sehingga Kopi Bengkulu mampu menembus pasaran dunia internasional, melalui kegiatan ekspor Perdana Kopi Bengkulu.
Sudah tentu kehadiran kita semua disini menjadi wujud syukur atas semua pencapaian yang sudah kita lakukan.
‘’Atas nama Gubernur Bengkulu saya sampaikan ucapan terima kasih yang luar biasa atas kolaborasi antara pemerintah Kabupaten Lebong, Rejang Lebong dan kepahiang dengan Bank Indonesia menjadi bagian dari acara yang amat strategis inu
Selanjutya kata Mian momentum hari ini, merupakan sebuah langkah, penting dan bersejarah bagi Provinsi Bengkulu, karena pelepasan ekspor perdana ini menjadi bukti menjadi nyata bahwa komoditas unggulan darerah kita memiliki kualitas potensi dan nilai strategis. ‘’Hal ini sudah menepis bahasa yang menyatakan Bengkulu punya kopi, Lampung punya nama, ‘’ungkapnya.
Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Juwana Hidayat menambahkan Ekspor Perdana Kopi Bengkulu ini akan menjadi catatan bersejarah Bagi provinsi Bengkulu.
Ekspor Kopi sering dilakukan, bahkan mungkin setiap hari kita melakukan ekspor, namun yang monumentalnya ialah, ekspor yang tercatat berasal dari Bengkulu, surat keterangan asal barang berasal dari Bengkulu.
“Certificate of Origin (COO/SKA atau surat keterangan asal untuk mendapatkan tarif preperensi atau penurunan/pembebasan bea masuk itu berasal dari Bengkulu ini yang membanggakan kita, ‘’kata Wahyu saat memberikan sambutan.
Untuk kegiatan ekspor Bengkulu sudah biasa melakukan, dan rutin masuk dalam publikasi Badan Pusat Statistik, namun untuk komoditas Kopi selama ini tidak terdokumentasi berasal dari Bengkulu. Dengan adanya Ekspor Perdana Kopi Bengkulu ini, hal tidak akan terjadi lagi.









