BENGKULU,infosumatera.com–Sekretaris DPW Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) Bengkulu, Iud Dwi Mursito, melakukan kunjungan ke Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu, Senin (10/8/2026).
Kedatangan Iud diterima langsung oleh Wakil Rektor III UINFAS Bengkulu, Dr. Rahmad Ramdhani, M.Sos.I. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama antara Mafindo Bengkulu dan UINFAS Bengkulu, khususnya dalam penguatan literasi digital dan edukasi antihoax di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam kunjungan tersebut, Mafindo Bengkulu menyampaikan ajakan untuk membangun kolaborasi dalam meningkatkan kemampuan literasi digital, cek fakta, serta ketahanan masyarakat terhadap penyebaran hoax, penipuan digital, dan berbagai bentuk disinformasi.
Iud Dwi Mursito mengatakan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi muda yang kritis dan bertanggung jawab ketika menerima maupun menyebarkan informasi di ruang digital.
“Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka juga perlu memiliki kemampuan untuk memeriksa informasi, memahami risiko di ruang digital, dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab,” ujar Iud.
Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi penting karena perkembangan teknologi digital, media sosial hingga kecerdasan artifisial membawa manfaat sekaligus tantangan baru dalam kehidupan masyarakat.
Mafindo Bengkulu menawarkan sejumlah bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama UINFAS Bengkulu, mulai dari seminar dan pelatihan literasi digital serta antihoax, pelatihan teknik dasar cek fakta dan verifikasi informasi, hingga edukasi mengenai keamanan digital, penipuan daring dan perlindungan data pribadi.
Kerja sama juga diarahkan pada penguatan literasi kecerdasan artifisial (AI) dan pemanfaatannya secara bertanggung jawab, pelibatan mahasiswa sebagai relawan atau kader literasi digital, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang literasi digital dan antihoax.
“Harapannya nanti mahasiswa tidak hanya menjadi sasaran edukasi, tetapi juga bisa terlibat sebagai bagian dari gerakan literasi digital. Mereka bisa menjadi agen yang ikut mengedukasi masyarakat agar lebih kritis menghadapi informasi,” kata Iud.
Wakil Rektor III UINFAS Bengkulu, Dr. Rahmad Ramdhani, M.Sos.I., menyambut baik ajakan kerja sama yang disampaikan Mafindo Bengkulu. Menurutnya, kolaborasi dalam bidang literasi digital sejalan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini yang semakin dekat dengan media sosial, teknologi digital, serta perkembangan kecerdasan artifisial.
Rahmad menyatakan UINFAS Bengkulu terbuka terhadap berbagai bentuk kegiatan kolaboratif yang dapat memberikan manfaat kepada mahasiswa maupun masyarakat.
“Kami menyambut baik ajakan kerja sama ini. Literasi digital menjadi hal yang semakin penting bagi mahasiswa, terutama agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara positif, kritis dan bertanggung jawab,” ujar Rahmad.
Ia berharap penjajakan tersebut dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan konkret yang melibatkan mahasiswa, seperti seminar, pelatihan cek fakta, edukasi keamanan digital maupun program literasi digital lainnya.
Pertemuan antara Mafindo Bengkulu dan UINFAS Bengkulu tersebut sekaligus menjadi ruang awal untuk membicarakan bentuk dan rencana pelaksanaan kerja sama yang dapat dikembangkan kedua lembaga.
Mafindo Bengkulu berharap UINFAS Bengkulu dapat menjadi salah satu mitra strategis dalam membangun ekosistem masyarakat yang lebih cerdas, kritis, aman dan tangguh menghadapi derasnya informasi di ruang digital.








