,

Catatan Harian Ramadan 1447H,Keutamaan Membaca Salawat pada Hari Jumat di Bulan Ramadan

oleh -10 Dilihat
Iksan Agus Abraham

Oleh Iksan Agus Abraham, SH

BENGKULU, infosumatera.com-Pembaca yang Budiman. Membaca salawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW merupakan amalan yang sangat dianjurkan untuk  diamalkan pada hari Jumat.

Bacaannya singkat, mudah dihafalnya, tetapi memiliki makna yang begitu besar bagi siapapun yang gemar membacanya.

Melalui pembacaan salawat dapat menumbuhkan rasa cinta kepada sosok Rasulullah penghulu manusia dari manusia pertama sampai terkahir.

Hari Jumat merupakan penghulu hari dalam sepekan, ia akan terus hadir baik Ramadan maupun diluar Ramadan.

Ulama menjelaskan Penghulu hari dalam sepekan adalah hari Jumat, sementara penghulu bulan dalam setahun adalah bulan Ramadan

Salawat kedudukannya sangat penting, sampai-sampai Allah SWT sendiri menegaskannya di dalam Alquran.

Allah dan para Malaikat senantiasa bersalawat untuk  Rasululah SAW (QS: Surat Al-Ahzab ayat 56).

Allahumma Sholi ala Muhammad wa ala ali Muhammad. Yaa Allah sampaikan salam dan salawat kami kepada junjungan Nabi Muhammad beserta sahabat dan keluarganya dan sampaikan salam kami kepadanya.

Sosok Rasulullah SAW sebagai Panutan Ummat, miliaran ummat Islam di seluruh dunia, membaca salawat untuk  beliau.

Keberkahan yang dimiliki Rasulullah SAW sangat luar biasa. Membaca Salawat kepada Rasulullah SAW terutama dihari Jumat, terkhusus pada bulan Ramadan memiliki nilai sangat besar pahalanya disisi Allah SWT.

Gambaran membaca Salawat untuk  Nabi Muhammad seperti menuangkan air ke dalam gelas, Ketika air tersebut dituang terus menerus, maka meluberlah air tersebut kemana-kemana. Seperti itulah membaca salawat untuk Nabi Muhammad. Keberkahannya tidak terputus akan senantiasa mengalir hingga hari kiamat.

Rasulullah SAW memiliki keelokan rupa dan Akhlak yang tiada tanding dan tiada banding. Elok rupa dan Akhlak Nabi Muhammad tak mampu dilukiskan dengan kata-kata.

Seorang sahabat mengungkapkan, siapa-siapa yang berjumpa dengan beliau, maka selama-lamanya tak akan pernah lupa dengan wajah beliau. Masyaallah Barakallah.

Hal ini berbeda dengan  kita manusia biasa, boleh jadi kita lupa dengan orang yang pernah kita temui setahun lalu, dua tahun lalu atau beberapa tahun kemudian kita berjumpa lagi.

Sahabat lain menggambarkan keelokan rupa Nabi Muhammad melebihi bulan Purnama.

Wajah Nabi Muhammad bersinar terang, perawakan tubuhnya sedang, tidak tinggi tapipun tidak pendek.

Sahabat Ali Bin Abi Thalib menggambarkan  tinggi badan Rasullah adalah, apabila berada di sekitar orang yang tubuhnya tinggi maka Rasulullah tidak Nampak tinggi menjulang, dan apabila berada di antara tubuh orang yang pendek maka Rasulullah tidak terlihat pendek. Siapapun yang berada disekitarnya akan merasa tenang dan nyaman.

Jadi adalah hal yang keliru, jika ada manusia yang membenci beliau. Mengenai Akhlak Nabi kisah berikut ini, bisa menggambarkannya.

Suatu Ketika Rasulullah SAW akan berpergian ke Kota Thaif, yang merupakan dusun dari Ibunya Siti Aminah. Tapi di Tengah perjalanan penduduk Thaif menolak kedatangan beliau.

Mereka melempari Nabi dengan batu dan kotoran onta sebagai bentuk penghinaan kepadanya. Anak perempuannya Fatimah tak kuasa melihat hal tersebut beliau sangat bersedih. Bukan saja manusia Tapi Malaikat Jibril juga sedih dan marah.

Jibril berkata, Wahai Muhammad angkat tanganmu berdoa kepada Allah, niscaya akan akan aku timpakan Gunung untuk  memusnahkan orang-orang Thaif. Namun Rasulullah menolak tawaran Jibril seraya berkata Jangan ya Jibril mereka tidak tahu siapa aku, jika mereka tahu niscaya mereka tak akan melakukan itu.

Justru setelah itu Nabi berdoa, dan hasilnya penduduk thaif dikemudian hari adalah orang -orang yang sangat mencinta Nabi Muhammad SAW.

Penulis adalah Pengurus Masjid Al-Hadi Kelurahan Bentiring Permai Kota Bengkulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.