,

Mendapatkan Haji Mabrur, sehingga Menjadi Tauladan Ummat

oleh -7 Dilihat
Iksan Agus Abraham

Oleh Iksan Agus Abraham, SH

BENGKULU, infosumatera.com- Ummat Muslim  seluruh dunia, termasuk dari Indonesia  lebih khusus  Jamaah Provinsi Bengkulu telah menyelesaikan seluruh rangkaian Ibadah Haji 1447H di Tanah Suci Makkah Al-Mukaramah di Arab Saudi. Jika tidak ada halangan jadwal pemulangan jamaah Indonesia dimulai pada 1 Juni 2026.

Mari kita doakan semua jamaah haji tahun ini semuanya sehat walafiat , mendapatkan haji yang mabrur dan mabruroh diterima amal ibadah Hajinya oleh Allah SWT dan diberi balasan berupa syurga yang penuh dengan kenikmatan.

Khusus untuk para Jamaah yang meninggal dunia, semuanya kita doakan wafat dalam keadaan Husnul Khatimah dan mendapat Jannah sebagai balasan yang indah dari Allah.

Menunaikan ibadah Haji merupakan Rukun Islam ke-5. Kelima rukun islam adalah pertama mengucapkan dua kalimat syahadat, kedua menunaikan salat, ketiga berpuasa di bulan Ramadan, membayar Zakat dan melaksanakan Haji ke Baitullah. Seseorang bila telah melaksanakan ibadah haji maka sempurnalah rukun Islamnya.

Berangkat haji merupakan ibadah yang sangat istimewa dikarenakan tidak semua Hamba Allah diberi kesempatan baik waktu, tenaga, biaya untuk  pergi ke sana. Saat memulainya kita di sunnahkan untuk mengumandangkan kalimat Talbiyah sebagai wujud menyambut panggilan Allah.

Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaik laa syariika laka labbaik. Innal Hamda wan-ni’mata laka walmulk, laa syariika lak. Artinya “ Aku penuhi panggilanMu yaa Allah, Aku penuhi panggilanMu, Aku penuhi panggilanMu, Tiada sekutu bagiMu, aku penuhi panggilanMu, Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagiMu.

Haji pada hakekatnya ialah mengenang napak tilas Perjuangan Keluarga Ibrahim di dalam menegakkan syariat Allah dan setelahnya dilanjutkan oleh Rosul kita yang mulia Baginda Nabi Muhammad SAW. Allah Humma shali ala syaidina Muhammad waala ali syaidina Muhammad.

Bagi mereka yang sudah dikaruniakan nikmat dan rezeki oleh Allah SWT untuk dapat menunaikan ibadah haji, sudah tentu membawa pulang keimanan  penuh di dada. Berbagai pengalaman rohani yang menggetarkan hati  pasti dirasakan oleh semua jamaah Haji. Bagaimana tidak disana mereka langsung melihat bukti-bukti kemahabesaran Allah.

Melakukan serangkaian Ibadah seperti thawaf di Ka’bah, salat berjamaah di Masjidil Haram, dan di Masjid Nabawi, melakukan sa’I, melontar jumrah, melaksanakan wukuf di arafah seraya berzikir dan berdoa, mengingat kesalahan dan dosa-dosa , memohon ampun kepada Allah.

Hal terpenting lagi adalah ketika semua jamaah haji itu telah pulang ke rumah masing-masing berkumpul kembali bersama sanak famili, keluarga dan masyarakatnya adalah semangat keimanan yang telah tertancap kian dalam dari ibadah haji, mesti terus dijaga agar masyarakatpun dapat merasakan betapa agungnya ibadah haji itu.

Masyarakat akan memberikan apresiasi yang besar bila para Hajjah dan Haji itu dapat menjadi contoh, dalam apapun juga seperti semangat berkurban meningkat, semangat salat berjamaahnya meningkat, semangat tolong menolongnya juga meningkat. Kesabarannya juga meningkat, sehingga menjadi contoh oleh masyarakat kaumnya.

Para Haji dan Hajjah itu hendaknya dapat menjaga tutur, perilaku dan sikap serta iman mereka, sebagaimana para-para Haji dan Hajjah sebelum-sebelumnya  menjaganya. Bakal menjadi pertanyaan di masyarakat, apabila tidak ada perubahan dari seseorang sebelum dan sesudah dia berhaji.

Hal ini lumrah, karena panggilan Haji dan Hajjah bukan panggilan biasa. Selayaknya orang yang telah berhaji mengalami peningkatan dalam iman dan ketaqwaannya. Semoga Allah mengabulkan doa-doa kita dan kita yang belum diberikan kesempatan untuk  berhaji dimudahkan Allah untuk melaksanakannya di tahun-tahun mendatang. Aamiin yaa Robbal Aalamiin

Penulis adalah Advokat di Bengkulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.