,

Sukseskan Penerapan PM-AAS, Wagub Mian Minta BWSS VII Pastikan Ketersediaan Irigasi untuk Pertanian Modern

oleh -36 Dilihat
Rapat Koordinasi Pertanian untuk mendukung swasembada pangan di Bengkulu

BENGKULU, infosumatera.com-Wakil Gubernur Bengkulu Mian menegaskan komitmennya mendukung penuh program swasembada pangan nasional melalui penerapan Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS).

Hal tersebut disampaikan Mian saat membuka Rapat Koordinasi Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS) Provinsi Bengkulu yang digelar di Balai Raya Semarak, Bengkulu, Kamis (30/7).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh seluruh kepala dinas yang membidangi pertanian dari kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu, para penyuluh pertanian, serta para pemangku kepentingan terkait.

Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pelaku sektor pertanian dalam menyukseskan implementasi PM-AAS di Provinsi Bengkulu.

“Pertama, kita mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi atas program prioritas Bapak Presiden terkait upaya swasembada pangan yang ditindaklanjuti oleh Menteri Pertanian melalui program PM-AAS,” ujar Mian.

PM-AAS merupakan sistem pertanian modern berbasis mekanisasi, mulai dari proses tanam menggunakan alat modern, dukungan sarana produksi pertanian (saprotan), hingga ketersediaan sumber daya air yang memadai.

Karena itu, Mian menegaskan bahwa ketersediaan air baku menjadi faktor utama yang harus diprioritaskan untuk mendukung keberhasilan penerapan PM-AAS di Provinsi Bengkulu.

“Intinya adalah modernisasi dan mekanisasi, mulai dari penaburan benih menggunakan alat modern yang didukung saprotan yang memadai, termasuk ketersediaan sumber daya air. Bengkulu menjadi salah satu provinsi yang akan menerapkan sistem tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Mian menegaskan bahwa keberhasilan program pertanian modern, termasuk program cetak sawah dan Optimalisasi Lahan (Oplah), tidak hanya bergantung pada ketersediaan alat dan teknologi, tetapi juga pada kecukupan air baku serta jaringan irigasi yang berfungsi dengan baik.

Oleh karena itu, ia meminta Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII berperan aktif memastikan pasokan air mampu menjangkau seluruh kawasan pertanian yang menjadi sasaran program.

“Air baku harus tersedia, dan BWSS VII harus berperan aktif dalam memastikan kebutuhan irigasi bagi lahan pertanian terpenuhi,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.