,

Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital Nasional Bank Indonesia dan ASPI Terbitkan 2 Kebijakan Baru

oleh -41 Dilihat
Kepala BI Perwakilan Bengkulu Wahyu Juwana Hidayat (no.1 dari kiri) didampingi Dirut Bank Bengkulu Iswahyudi (tengah) dan Kacab BPJS Ketenaga Kerjaan Bengkulu Rahma Putri dalam suatu kesempatan acara

BENGKULU, infosumatera.com-Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) meluncurkan dua kebijakan baru memperkuat ekosistem Pembayaran Digital Nasional.

Dua kebijakan itu, masing-masing Perluasan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 % dan Peluncuran Kartu Kredit Nasional (KKI) segmen Ritel.

Peluncuran tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-81 Tahun 2026. Kebijakan ini bagian dari dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030. Tujuannya mewujudkan sistem pembayaran nasional yang berdaulat, efisien, inklusif, dan berkelanjutan.

Secara Nasional QRIS mengalami pertumbuhan sangat pesat, sampai dengan Juni 2026, Pengguna  sudah mencapai 65,77 Juta, termasuk dari Januari sampai Juni 2026 pengguna baru mencapai 6,23 juta. QRIS juga telah menjangkau 44,86 juta Merchant atau pelaku usaha, dan 96,68 persennya adalah UMKM.

Sepanjang semester I Tahun 2026, transaksi QRIS mencapai 12,55 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp 1,12 Kuadrilliun atau tumbuh sebesar 93,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu Wahyu Juwana Hidayat menambahkan perkembangan serupa  juga terjadi di Provinsi Bengkulu.

‘’Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS di Bengkulu mencapai 309.930 orang dengan jumlah merchant sebanyak 257.757, ‘’ungkapnya melalui siaran rilis.

Total volume transaksi QRIS di Bengkulu  kata dia  telah mencapai 60.650.133 transaksi. Sementara untuk penggunaan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu atau APMK tercatat 13,8 juta transaksi selama 2026.

‘’Capaian ini menunjukkan  semakin luasnya penerimaan masyarakat dan pelaku usaha kepada alat pembayaran digital yang  cepat, mudah,murah, aman dan handal, ‘’bebernya.

Memperkuat itu, BI memperluas kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026. Melalui kebijakan ini seluruh  kategori merchant tidak dikenakan MDR untuk sampai dengan RP 100 ribu. Khusus bagi merchant  category mikro usaha mikro, MDR QRIS 0 % tetap berlaku untuk transaksi sampai dengan Rp 500.000.

Peluncuran Kartu Kredit Indonesia Segmen Ritel

Setelah sukses meluncurkan KKI Segmen Pemerintah untuk  pembayaran berbasis kartu, BI menerbitkan pula KKI segmen Ritel.

KKI Ritel diterbitkan dalam bentuk kartu digital dan dapat digunakan sebagai sumber dana transaksi QRIS.

Transaksi dapat dilakukan melalui tiga metode yaitu Merchant Presented Mode, Consumer Presented Mode, dan QRIS TAP dengan teknologi NFC. Untuk transaksi KKI melalui QRIS, batas maksimalnya adalah Rp10 juta per transaksi.

Mulai 17 Agustus 2026, KKI diterbitkan oleh 8 penyedia jasa pembayaran masing-masing BCA, Bank Mandiri,BNI, BRI, CIMB, Niaga, Permata Bank, Bank Mega, serta Bank Syariah Indonesia. Masyarakat bisa mendaftar ke Penyedia Jasa Pembayaran ini untuk  mendapatkan KKI, lalui diverifikasi, persetujuan dan aktivasi.

Wahyu Juwana Hidayat menambahkan, terkait Digitalisasi di Bengkulu, bersama Pemerintah Daerah, Perbankan, Industri Sistem Pembayaran,Perguruan Tinggi, Komunitas, dan Pelaku usaha, konsisten menjalankan program untuk memperluas QRIS.

Pertama Digitalisasi Penerimaan Pemerintah melalui penguatan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Kedua Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu menyelenggarakan QRIS Banking Race 3.0 dengan melibatkan perbankan dalam mengakuisisi pengguna dan merchant baru sekaligus mendorong penggunaan QRIS secara aktif.

Ketiga perluasan digitalisasi tidak hanya di pusat Kota tetapi sampai ke Desa-desa serta daerah terdepan dan pulau terluar. Berbagai kegiatan pameran UMKM dilaksanakan di daerah-daerah untuk  meningkatkan QRIS.

Keempat juga melakukan untuk mendukung event tahunan di provinsi Bengkulu diantaranya Festival Tabut 2026, yang mendapatkan sukses baik pengunjung , maupun transaksi menggunakanQRIS.

Kelima menyelenggrakan QRIS jelajah Indonesia Tahun 2026, jelajah kuliner Nusantara, bayar praktis pakai QRIS.

Keenam dalam rangka Pekan QRIS Nasional BI Bengkulu menyelenggarakan QRIS perience week Bengkulu 2026, 13-14 Agustus baru lalu. Juga melibatkan Pelaku UMKM di Bengkulu untuk  memakai QRIS. masyarakat juga dikenalkan QRIS antar negara dan QRIS Border.

Ketujuh ada kegiatan QRIS Heritage berupa masuk ke rumah Pengasingan Bung karno dan Benteng Malborough scan QRIS dengan RP 81

Kedelapan penguatan edukasi pembayaran digital dilakukan secara berkelanjutan kepada kelompok masyarakat. mencakup edukasi bagi ribuan siswa SMA serta mahasiswa baru di Universitas-universitas yang ada di Bengkulu. Komunitas perempuan,komunitas lansia serta masyarakat umum melalui kegiatan safari ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.