SUMATERA UTARA, infosumatera. com-Tim dosen Poltekkes Kemenkes Medan Helfi Nolia R Tambunan, SKM, MPH dan Robert Harnat, SKM, MKM beserta para mahasiswa menggelar kegiatan sebagai wujud Tri Darma Perguruan Tinggi di Desa Sempung Polling Kecamatan Lae Parira Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara 13-14 April 2026.
Tema diangkat Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga dalam Pemanfaatan Eco-Enzyme untuk Meningkatkan Kualitas Air Minum Bebas Escherichia coli (E. coli).
Helfi Nolia R Tambunan, SKM, MPH mewakili tim mengatakan, tercatat 33 ibu rumah tangga mengikuti kegiatan dengan rentang usia beragam. Berdasarkan hasil pendataan peserta, kelompok usia 51–60 tahun merupakan kelompok terbanyak yaitu 13 orang (39,4%), diikuti usia 41–50 tahun sebanyak 9 orang (27,3%), usia 30–40 tahun sebanyak 7 orang (21,2%), dan usia 61–70 tahun sebanyak 4 orang (12,1%).
‘’Kondisi ini menunjukkan bahwa peserta didominasi lingkungan rumah tangga. oleh kelompok usia produktif ,memiliki peran penting dalam pengelolaan kesehatan, ‘’ujar dia kepada infosumatera.com
Supaya materi terserap dengan baik kepada peserta, tim dosen dan mahasiswa menggunakan metode penyuluhan, diskusi interaktif, serta demonstrasi pembuatan eco-enzyme dari limbah organik rumah tangga seperti kulit buah dan sayuran.
Pendekatan ini dilakukan agar peserta tidak hanya memahami manfaat eco-enzyme secara teoritis, tetapi juga mampu mempraktikkan proses pembuatannya secara mandiri di rumah. Metode pelaksanaan tersebut sejalan dengan pola kegiatan pengabdian masyarakat menekankan keterlibatan aktif peserta dalam setiap tahapan kegiatan.
“Pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam memanfaatkan eco-enzyme sebagai alternatif ramah lingkungan dapat mendukung kualitas kesehatan lingkungan dan keamanan air minum keluarga, ‘’jelas dia.
Untuk mengukur efektivitas kegiatan, dilakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test berisi pertanyaan mengenai eco-enzyme, kualitas air minum, serta pencegahan kontaminasi bakteri E. coli. Hasil evaluasi menunjukkan sebelum penyuluhan, tingkat pengetahuan peserta masih bervariasi dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 59,39. Sebanyak 1 peserta (3,0%) memiliki tingkat pengetahuan rendah, 13 peserta (39,4%) berada pada kategori sedang, dan 19 peserta (57,6%) berada pada categori tinggi
Setelah mengikuti penyuluhan dan praktik pembuatan eco-enzyme, terjadi peningkatan pengetahuan cukup signifikan. Rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 86,52. Selain itu, tidak ditemukan lagi peserta dengan kategori pengetahuan rendah. Sebanyak 32 peserta (97,0%) berada pada categori pengetahuan tinggi dan hanya 1 peserta (3,0%) yang masih berada pada kategori sedang.
Hasil ini menunjukkan materi diberikan dapat dipahami dengan baik oleh peserta dan mampu meningkatkan pemahaman mereka mengenai manfaat eco-enzyme dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan keluarga.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan diajukan mengenai proses fermentasi eco-enzyme, cara penyimpanan, dosis penggunaan, serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Para peserta juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan eco-enzyme sehingga memperoleh pengalaman sehingga dapat diterapkan secara mandiri setelah kegiatan selesai. Keterlibatan aktif peserta dalam praktik merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan transfer pengetahuan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Sempung Polling memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi produk bernilai guna.
Selain berpotensi mengurangi volume sampah organik, eco-enzyme juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu upaya pendukung dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kualitas air bagi keluarga.
Diharapkan ibu-ibu rumah tangga dapat menjadi agen perubahan dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menyebarluaskan pengetahuan kepada masyarakat lainnya.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi bukti nyata pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan praktik langsung mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola kesehatan lingkungan secara mandiri.
Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta, diharapkan pemanfaatan eco-enzyme dapat terus dikembangkan sebagai inovasi sederhana, murah, dan ramah lingkungan untuk mendukung kualitas air minum yang lebih aman dan bebas dari kontaminasi E. coli di Desa Sempung Polling.









