,

Gubernur Bengkulu Dorong agar Petani Kopi Di Bengkulu bisa Naik Kelas melalui Program Kopi Merah Putih

oleh -101 Dilihat

BENGKULU,infosumatera.com-Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, menegaskan  Program Kopi Merah Putih adalah langkah strategis untuk mendorong petani kopi naik kelas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Semua disampaikan Helmi Hasan saat peluncuran penanaman Kopi Merah Putih di Desa Mangku Rajo, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, Sabtu 7 Februari 2026.

Pemerintah tidak ingin petani  menjadi penjual bahan mentah, tetapi harus  memperoleh nilai tambah dari hasil perkebunan yang dikelola.

Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen melakukan pendampingan secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Merah Putih.

“Petani kita harus naik kelas, dari petani berdaki menjadi petani berdasi. Pemerintah hadir untuk memastikan pendampingan dilakukan secara tuntas dan petani mendapatkan harga terbaik,” tegas Helmi Hasan.

Program Kopi Merah Putih pada tahap awal dilaksanakan di lahan seluas 20 hektare. Program ini merupakan hasil kerja selama satu tahun yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pendampingan dari Prof. Eggy Mahardika, serta berangkat dari aspirasi petani kopi di Provinsi Bengkulu yang selama ini menghadapi persoalan ketidakstabilan harga kopi, meskipun produksi relatif baik.

“Keberhasilan program ini membutuhkan kesungguhan para petani dalam mengelola kebun kopi. Pemerintah, akan terus mendampingi petani mulai dari proses penanaman, pengolahan, hingga pemasaran hasil produksi,” terangnya

Prof. Eggy Mahardika mendorong petani menerapkan teknik pertanian modern agar mampu meningkatkan produksi dan kualitas hasil panen.

Pemanfaatan teknologi dan metode budidaya tepat menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing kopi rakyat di pasar yang lebih luas

Ketua Kelompok Tani Argo Mulya, Slamet, menyampaikan kebutuhan petani terhadap alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk menunjang kegiatan produksi.

Harapannya pendampingan yang diberikan tidak berhenti pada tahap penanaman saja.

“Kami berharap tidak hanya dibantu melalui program ini, tetapi juga dibimbing dan didampingi sampai benar-benar menghasilkan,” ujarnya.

Program Kopi Merah Putih merupakan inisiatif pengembangan potensi perkebunan rakyat yang bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.

Selama ini, sebagian besar petani kopi di Kabupaten Lebong masih menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah.

Melalui pengolahan dan pemasaran yang lebih profesional, Kopi Merah Putih diharapkan menjadi produk unggulan daerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.