,

Luar Biasa! Raih Hadiah Rp 1 Miliar, Lomba Satu Desa Satu Hektar Jagung Hibrida, Gubernur Serahkan Hadiah untuk  Desa Tanah Hitam Kecamatan Padang Jaya BU

oleh -453 Dilihat
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan didampingi Kapolda Bengkulu IrjendPol Mardiyono, SIK, M. Si dalam acara penyerahan hadiah SADASAHE DI Desa Tanah Hitam Kecamatan Padang Jaya Bengkulu Utara

BENGKULU, infosumatera.com-Desa Tanah Hitam, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, berhasil meraih Juara I Program Satu Desa Satu Hektare Jagung Hibrida (SADESAHE).

Hadiahnya uang tunai  Rp1 miliar dari Pemerintah Provinsi Bengkulu. Penghargaan diserahkan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, pada kegiatan Panen Raya Jagung Kamis 29 Januari 2026.

Helmi Hasan menegaskan program SADESAHE bentuk komitmen bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam mendukung program ketahanan pangan nasional Presiden RI Prabowo Subianto.

“Alhamdulillah, Desa Tanah Hitam menjadi juara pertama. Kepala desanya bahkan sempat tidak percaya, menanam jagung bisa mendapat hadiah Rp1 miliar, ”ungkap Helmi Hasan.

Inilah wujud komitmen kuat Pemprov bersama Forkopimda untuk mendukung program Presiden.

SADESAHE bertujuan membangkitkan semangat masyarakat desa untuk bertani sebagai fondasi utama ketahanan pangan.

Melalui konsep satu desa atau kelurahan minimal memiliki satu hektare lahan tanam, diharapkan ketersediaan pangan dapat terjaga sejak tingkat paling bawah

“Kita ingin masyarakat kembali antusias menanam. Tidak hanya jagung, ke depan juga dikembangkan umbi-umbian, cabai, dan tomat, ”tambahnya

Harapannya, Indonesia tidak mudah terdampak lonjakan harga bahan pokok karena kita memulainya dari desa.

Terkait pemanfaatan hadiah Rp1 miliar, Gubernur Helmi Hasan mengimbau agar dana tersebut digunakan  menambah lahan tanam dan dijadikan aset milik desa.

Pada tahun mendatang tantangan program SADESAHE akan ditingkatkan, yakni dengan memperluas lahan hingga dua hektare.

“Kalau uangnya dibagikan bisa memicu konflik. Tetapi jika dibelikan lahan, misalnya dari Rp1 miliar menjadi 10 hektare lahan, itu menjadi kebanggaan desa. Dengan begitu, tidak ada lagi desa atau kelurahan yang tidak memiliki lahan pertanian,” tegasnya.

Sebelum pelaksanaan panen raya, kegiatan diawali dengan peletakan batu pertama pembangunan Tugu Jagung sebagai simbol keberhasilan dan semangat keberlanjutan program SADESAHE.

Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono menegaskan  ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Sinergi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu, pemerintah daerah, desa, kelompok tani, serta penyuluh pertanian.

Program SADESAHE telah diikuti oleh 1.298 desa dengan total luas lahan lebih dari 1.299 hektare yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.

“Program SADESAHE tidak boleh berhenti sebagai lomba semata, tetapi harus berkembang menjadi gerakan berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung stabilitas pangan dan kamtibmas di Bengkulu,” ujar Kapolda.

Daftar pemenang SADESAHE Tahun 2025 adalah sebagai berikut

Juara I diraih Desa Tanah Hitam, Kabupaten Bengkulu Utara, dengan hadiah Rp1 miliar

Juara II Desa Pelajaran II, Kabupaten Kaur, menerima Rp500 juta

Juara III Desa Ulak Lebar, Kabupaten Bengkulu Selatan, memperoleh Rp250 juta.

Juara Harapan I diraih Desa Sumber Rejo, Kabupaten Rejang Lebong, dengan hadiah Rp100 juta

Juara Harapan II Desa Batu Kalung, Kabupaten Kepahiang, Rp75 juta; dan Juara Harapan III Desa Nenggalo, Kabupaten Mukomuko, Rp50 juta.

Selain itu, kategori Desa/Kelurahan Inovatif Teknologi Budidaya Jagung Terbaik diraih Kelurahan Betungan, Kota Bengkulu.

Untuk Lomba Partisipasi Masyarakat dalam Penanaman Cabai Tahun 2025, pemenang diraih oleh Desa Sri Kuncoro Kabupaten Bengkulu Tengah, Desa Tabeak Belau Kabupaten Lebong, dan Desa Sukasari Kabupaten Seluma.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan panen raya jagung dan penanaman umbi uwi ungu secara simbolis sebagai wujud komitmen bersama dalam mendukung diversifikasi pangan dan ketahanan pangan berkelanjutan di Provinsi Bengkulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.