BENGKULU,infosumatera.com-Pelabuhan Pulau Baai Provinsi Bengkulu tetap menjadi pilihan utama para eksportir untuk mengapalkan barang ke negara tujuan.
Rilis BPS Provinsi Bengkulu dari total nilai ekspor Bengkulu ke luar negeri, bulan November 2025 tercatat sebesar 6,21 juta Dollar Amerika. Nilai sebesar itu sekitar 95,12 persen produk dikapalkan melalui Dermaga Pulau Baai atau hampir 100 persen.
Kepala BPS Provinsi Bengkulu Ir. Win Rizal, ME menyebutkan penyebab Dermaga Pulau Baai semakin diminati menjadi Dermaga Ekspor lantaran perbaikan-perbaikan di dermaga terutama pengerukan alur yang telah berjalan lancar.
Pihak Pelindo kata dia telah mengantisipasi dengan baik kemungkinan kebutuhan ekspor Bengkulu ke negara tujuan dengan melakukan pengerukan alur, sehingga mengurangi pedangkalan.
‘Alur sudah lancar memungkinkan kapal-kapal besar bisa keluar masuk, saya dengar kedalaman alur juga sudah mencapai 12 meter, ‘’ujar dia saat menyampaikan rilis bulanan di Kantor BPS di Jalan Adam Malik KM 8 Kota Bengkulu Senin 5 Januari 2025.
Meski begitu, Pelindo perlu memberikan insentif kepada eksportir agar penggunaan Dermaga Pulau Baai menarik mereka untuk mengapalkan barang. Alasannya di beberapa Pelabuhan ekspor lain insentif Bagi eksportir telah berlaku.
Produk ekspor dari Bengkulu dominan Batu Bara, dengan negara tujuan utama masih Kawasan ASEAN menyumbang sekitar 22,23 persen dari total ekspor disusul
Desember Bengkulu Inflasi 0,43 Persen
Sementara itu angka inflasi di Bengkulu periode Desember tahun 2025 mencapai 0,43 persen. Angka ini sedikit lebih rendah dari rata-rata inflasi Nasional yang tercatat sebesar 0,64 persen.
Pengendalian inflasi yang baik bersama TPID membuat angka inflasi terjaga. 5 Produk tertinggi penyumbang inflasi Desember di Bengkulu masing-masing Daging ayam ras 0,18 persen, Bawang Merah 0,09 persen, Cabai Merah 0,06 persen, Cabai Rawit 0,05 persen dan Emas Perhiasan 0,04 persen.








