,

Refleksi, Kemunculan 3 Pasang Calon Ketua PWI dan Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia Bengkulu

oleh -69 Dilihat
Iksan Agus Abraham

Oleh Iksan Agus Abraham, SH

Sabtu 18 Juli 2026 ,Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu akan memilih ketua baru.Agenda Pemilihan itu akan dibentang dalam Kegiatan Konferensi Provinsi di Aula Merah Putih Kompleks Kantor Gubernur Bengkulu.Panitia telah menerima 3 pasang calon untuk duduk menjadi ketua PWI dan Ketua Dewan Kehormatan (DK).

Ketiga pasang itu masing-masing ialah Marsal Abadi-Sukatno, Afrizaldoni-Benni Benardie dan Iyud Dwi Mursito dan Dian Marfani. Disebut-sebut ketiga pasang calon mewakili dari generasi berpengalaman dan generasi muda penuh semangat.

Situasi ini menimbulkan diskusi hangat jelang pemilihan, menandai dinamika di tubuh PWI Provinsi Bengkulu begitu hidup mencerminkan organisasi  semakin tumbuh besar menjadi kekuatan di dalam pembangunan Bangsa.

Pengalaman serta semangat membara kunci untuk menjadi seorang pemimpin, selain kunci-kunci lainnya. Namun paling tidak untuk  pemilihan ketua PWI periode 2026-2031 dua kata yakni berpengalaman dan semangat itu muncul.

Jelas hal ini menjadi barang baru bagi organisasi sekelas PWI Provinsi Bengkulu. Sebagai organisasi eksis sejak 80-an Pendahulu-pendahulu PWI Bengkulu sudah meletakkan pondasi dan dasar-dasar kokoh agar persatuan serta kekompakan senantiasa terjaga. Saling menghormati, bekerjasama, solidaritas dibangun diatas kesamaan sesama profesi.

Meski tidak ada catatan pasti berapa jumlah wartawan di Bengkulu dimasa-masa awal keberadaan PWI Bengkulu, tapi jelasnya jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan sekarang. Ini mencerminkan bahwa regenarasi perlahan tapi pasti sudah berjalan.

Bagi pemilih kedua kata kunci tersebut sama-sama penting, karena berpengalaman serta semangat juang tinggi dapat menghidupkan gerak organasi melayang ke langit tinggi.

jelas hal tersebut merupakan sebuah berkah bagi organisasi tempat berhimpunnya wartawan di Provinsi Bengkulu, dengan perkiraan jumlah anggota mencapai tidak kurang dari 500 orang di Kota Kabupaten di Bengkulu.

Para wartawan tersebut sebagian besar sudah mengantongi sertifikat UKW baik jenjang Utama, Madya, maupun Muda, namun ada juga belum ber-UKW. Selain itu mereka berstatus anggota biasa maupun anggota muda. Kesemuanya berbendera Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)

Sebenarnya dua kata kunci itu tidak cukup, perlu kata kunci lain agar organisasi PWI lebih berkembang maju mengikuti selera zaman.  Tampak jelas di depan mata, tantangan bagi pengurus di depan akan semakin kompleks. Tidak ada kata lain selain dengan tetap merapatkan barisan dengan mengokohkan asa.

Hanya saja seperti kata pepatah manusia tidak ada yang sempurna,karena kesempurnaan hanya milik Allah. Manusia mahluk lemah, penuh kekurangan.

Meski begitu sebagai sebuah seni dalam kepemimpinan, sejatinya semuanya dapat dipelajari, apalagi bila saling menyatukan kekuataan ditambah saling asah,asuh dan asih, tidak mustahil maju dan besarnya organisasi PWI dapat diraih.

Lebih Paling penting adalah, siapapun terpilih nanti tidak boleh jumawa apalagi tinggi hati. Sosok pemimpin atau ketua harus bisa merangkul, ibarat

Perlu di ingat kepala tak bisa berdiri bila tidak ada dua kaki.Begitu juga kaki tak bisa difungsikan atau digerakkan bila tidak ada kepala. Siapapun dia bila sudah ada di dalam organisasi sekecil apapun tetap memiliki kontribusi serta sumbagsihnya untuk organisasi.

Tumbuhkan rasa cinta kepada organisasi PWI seperti kita mencintai diri sendiri, tumbuhkan semangat berkorban baik waktu, tenaga dan fikiran untuk  kemaslahatan orang banyak. Mampu menerima masukan walaupun itu datang dari orang yang berseberangan dengan kita.  Sebaik-baik manusia adalah, sebaik-baik bermanfaat untuk orang lain.

Penulis adalah Ketua Seksi Advokasi dan dan Pembelaan Wartawan (PWI) Provinsi Bengkulu Periode 2021-2026

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.