,

70 Lansia di Lingkar Barat Ikuti Sekolah Lansia Merah Putih, Mafindo Bengkulu Perkuat Literasi Digital Anti Hoax

oleh -9 Dilihat
Kegiatan Mafindo Bengkulu, membuka kelas Lansia

BENGKULU, infosumatera.com — Sebanyak 70 peserta lanjut usia (lansia) mengikuti pertemuan ke-9 Sekolah Lansia Merah Putih Kelurahan Lingkar Barat, Kecamatan Lingkar Barat, Kota Bengkulu, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang bertempat di Gedung PNPM Pepabri Lingkar Barat ini terselenggara berkat kerja sama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu bersama Mafindo Bengkulu.

​Acara yang dibuka secara resmi dan dihadiri langsung oleh jajaran DP3AP2KB Kota Bengkulu ini bertujuan membekali para lansia agar mampu menjadi pengguna perangkat digital yang cerdas, aman, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi bohong (hoax).

​Dalam sesi materi bertajuk “Lansia Melek Digital, Aman dan Bahagia”, Korwil Mafindo Bengkulu, Fonika Thoyib, S.Sos., M.I.Kom., memaparkan bahwa gawai atau handphone memiliki banyak manfaat penting bagi lansia.

Mulai dari sarana silaturahmi melalui panggilan video dengan keluarga, mengakses informasi kesehatan, hingga media hiburan dan ibadah.
​Kendati demikian, Fonika Thoyib mengingatkan para peserta agar tetap waspada terhadap berbagai risiko di ruang digital, seperti penipuan online, disinformasi, hingga potensi kehilangan data pribadi.

​”Handphone saat ini memiliki banyak manfaat bagi lansia, mulai dari sarana silaturahmi melalui video call dengan keluarga, mengakses informasi kesehatan, hingga sarana ibadah dan hiburan. Namun demikian, lansia juga perlu waspada terhadap risiko dunia digital seperti penipuan, berita bohong, dan kehilangan data pribadi,” ujar Korwil Mafindo Bengkulu, Fonika Thoyib.

​Senada dengan hal tersebut, perwakilan peserta lansia mengungkapkan bahwa pembekalan ini sangat krusial untuk mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan siber yang marak mengincar kalangan usia senja melalui gawai.

​”Pada pagi hari ini, kami seluruh lansia di Sekolah Lansia Merah Putih mendapat materi yang begitu sangat penting untuk kami, terutama bagi seluruh lansia, tentang pengetahuan digital yang begitu kompleks yang saat ini marak, marak adanya penipuan-penipuan kegiatan-kegiatan yang dilakukan melalui HP,” ujar perwakilan lansia tersebut.

​Ia menambahkan, kehadiran pelatihan dari lembaga penggiat literasi digital ini memberikan perlindungan mental dan kesadaran preventif bagi para orang tua agar terhindar dari kerugian di ruang digital.

​”Untuk itu, pengetahuan-pengetahuan yang telah diberikan ini sangat penting sekali terutama mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama bagi seluruh lansia yang ada di sini maupun di tempat-tempat yang lain,” lanjutnya.

​Sementara itu, Relawan Mafindo Bengkulu, Rafinita Aditia, M.I.Kom., melanjutkan sesi dengan mempraktikkan langsung cara mengenali ciri-ciri hoax kepada para peserta. Di antaranya meliputi judul berita yang provokatif dan berlebihan, adanya desakan untuk segera menyebarkan, ketiadaan sumber resmi, hingga penggunaan dokumentasi foto lama.

Para lansia juga diajarkan langkah-langkah konkret dalam memverifikasi kebenaran informasi melalui situs periksa fakta seperti turnbackhoax.id serta layanan nomor WhatsApp resmi Kominfo di 0811-9224-545.

Pelatihan ini ditutup dengan sesi praktik pemanfaatan aplikasi WhatsApp untuk panggilan video, pengiriman pesan suara, serta pencarian panduan senam lansia melalui platform YouTube.

​Agar suasana tetap interaktif dan menyenangkan, kegiatan diselingi dengan ice breaking bertajuk “Gerak dan Perintah Digital”, yang mengajak peserta bergerak mengikuti aba-aba seputar fungsi gawai guna melatih konsentrasi dan mencairkan suasana.

​Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diajak mendeklarasikan komitmen melalui tiga pesan utama: melihat dulu sebelum percaya, bertanya dulu sebelum membagikan, dan waspada jika sebuah informasi sengaja memicu rasa takut.

Program kolaboratif ini diharapkan mampu melahirkan Lansia Tangguh Digital di Kelurahan Lingkar Barat yang mandiri, aktif, produktif, serta berperan aktif dalam menangkal penyebaran hoax di tengah keluarga dan masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.