,

Wagub  Bengkulu Mian Meminta Pengembangan Kawasan Terpadu Mandiri Lagita Mendapat Dukungan Lintas Kementerian

oleh -170 Dilihat
Wagub Bengkulu Mian dan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Saat berdiskusi dalam suatu kesempatan

BENGKULU, infosumatera.com-Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Lagita, meliputi wilayah Lais, Giri Makmur, dan Ketahun,  adalah proyek percontohan kota transmigrasi sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Luasnya mencapai 99.000 hektare dengan jumlah penempatan transmigran lebih dari 30.000 kepala keluarga.

Kawasan Terpadu Mandiri itu menjadi model pembangunan kota transmigrasi masa depan.

Wakil Gubernur Bengkulu Mian meminta  pemerintah pusat turut mendukung pengembangan KTM Lagita dari Kementerian – Kementerian

“Kalau hanya mengandalkan APBD, pengembangan kawasannya akan lambat. Tetapi kalau dikeroyok bersama oleh kementerian dengan dikomandani kepala daerah, progresnya akan lebih cepat,” ujar Mian saat berdiskusi bersama Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta Minggu 24 Agustus 2025.

Mian menyoroti pembangunan KTM Lagita lebih mengutamakan kuantitas dibandingkan kualitas.

Harapannya  pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap namun tuntas, agar benar-benar menjadi proyek percontohan yang matang.

“Programnya terkesan terburu-buru, dari lima jadi delapan, lalu sekarang sudah menjadi 53. Maksud kami sebagai kepala daerah, tuntaskan dulu yang ada agar benar-benar menjadi pilot project yang berkualitas,” tegasnya.

Meski KTM Lagita masuk dalam 52 kawasan prioritas nasional, Pemerintah Daerah telah berhasil menyelesaikan sejumlah fasilitas pelayanan masyarakat dengan dukungan APBD.

“Buktinya, di KTM Lagita sudah berdiri rumah sakit, gedung olahraga, hingga Unit Kerja Keimigrasian (UKK). Jadi, masyarakat yang ingin mengurus paspor, termasuk untuk keperluan umroh, tidak perlu lagi ke Kota Bengkulu,” ungkapnya.

Keberadaan fasilitas tersebut  berdampak positif pada perekonomian masyarakat setempat. Bahkan, permintaan pembuatan paspor di kawasan tersebut mencapai 100–300 orang.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyambut baik masukan Wakil Gubernur Bengkulu.

Kementeriannya  berupaya mencari dukungan investor untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi.

“Saat ini kami memang fokus mencari investor, terutama dari Osaka, karena pembangunan kawasan transmigrasi ini membutuhkan dukungan pendanaan yang besar,” jelasnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.