,

Tips Persiapan Ramadan : Kendalikan Konsumsi Kita, ‘’Tidak Banyak Sedikit Jadilah”

oleh -22 Dilihat
Iksan Agus Abraham

Catatan Iksan Agus Abraham, SH

BENGKULU, infosumatera.com- Tidak sampai satu bulan lagi, Muslimin-muslimat di dunia termasuk di Provinsi Bengkulu akan menjalani puasa di bulan Ramadan.

Seperti tahun-tahun lalu jelang datangnya bulan suci ummat Islam itu, bakal ditandai dengan kenaikan harga-harga sejumlah bahan pokok. Hal tersebut bakal berdampak dengan kenaikan inflasi.

kenaikan harga-harga jelang bulan suci Ramadan,  diasumsikan karena terjadi peningkatan konsumsi, Masyarakat. Kebiasaan dimasyarakat saat menyambut bulan Suci Ramadan terutama hari pertama puasa atau tepatnya saat sahur di pertama, menu makanan harus  special, seperti memasak daging, sapi ayam, kerbau atau Ikan dan Telur.

Tidak jarang pula membelinya dalam jumlah banyak, sehingga mubazir. Ini barangkali ada betulnya, tetapi tidak sepenuhnya tepat.

Makanan saat sahur, terutama hari pertama sahur, tidak harus ditemani lauk spesial, apalagi kemampuan untuk  membelinya tidak ada. Masyarakat tidak perlu terjebak pada pola fikir seperti itu. Jika tidak punya tak perlu juga untuk  memaksakan diri.

‘’Cara yang lebih bijak ialah, jika tak banyak sedikit jadilah, ‘’ujar teman penulis. Ini bisa menjadi kearifan lokal, Masyarakat di Bengkulu. Maksud  jika tak banyak sediki jadilah, artinya, kalau hanya mampu membeli sedikit ucapkan alhamdulillah.

Berikutnya, saat masuk waktu berbuka puasa, Masyarakat sering terjebak dengan berbelanja macam rupa makanan dan minuman, dalam jumlah besar. Selera karena seharian tak makan dan minum membuat nafsu meningkat. Nah saat sedikit makanan dan minuman sudah masuk ke perut, semua nafsu dan selera ingin makan ini, itu langsung hilang.

Masyarakat bisa berperan untuk ikut mengendalikan inflasi, dengan cara Bijak dalam berbelanja. Cukup memenuhi kebutuhan seperlunya saja, tidak perlu berlebih-lebihan apalagi harus memaksakan diri.

Hal tersebut sesuai dengan esensi puasa, yakni, hemat, efektif efisien dalam mengendalikan keuangan rumah tangga. Ada nilai-nilai penghematan konsumsi rumah tangga di balik Perintah berpuasa.

Tanggung Jawab dan Peran Pemerintah selalu hadir dang sangat besar dalam pengendalian inflasi ini.Pemerintah Daerah bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dengan dukungan Bank Indonesia (BI) dan diback up aparat penegak hukum seperti kepolisian pasti telah menyiapkan jurus-jurus jitu sebagai antipasti lonjakan harga.

Pedagang-pedagang nakal akan ditindak jika coba-coba melakukan praktik-praktik haram di dunia perdagangan seperti  melakukan penimbunan. Semoga hal itu tidak terjadi.

kehadiran bulan Ramadan, hakekatnya tidak menghambat distribusi barang maupun jasa, sebagai item pemicu inflasi. Stok-stok bahan pokok, seperti sembako, tidak berkurang, bahkan justeru bertambah. So ayo bijak kendalikan konsumsi kita.

Penulis : Pengurus PWI Provinsi Bengkulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.