,

Catatan Ramadan 1447H, Dunia Sedang tidak Baik-baik Saja, Benarkah ?

oleh -10 Dilihat
iIksan Agus Abraham

Oleh Iksan Agus Abraham,SH

BENGKULU, infosumatera.com-Selepas mengerjakan tarawih di Masjid dekat RT kami,seorang jamaah bertanya. Seperti apa situasi dunia sekarang Pak . Saya sempat tercekat, atas pertanyaan itu, ingatan langsung mengerah ke situasi dunia di Timur Tengah yang sedang bergolak.

Saya sempat diam tak sanggup mengeluarkan jawaban. Cukup sulit guna memahami mengapa perang di Timur Tengah bisa terjadi, terlebih di saat Ummat Islam sedang mengerjakan puasa di Bulan Ramadan.

Jamaah yang bertanya tadi, segera menimpali dengan kata-kata dunia sedang tidak baik-baik saja. Apakah memang seperti itu?

Sepintas tidak salah, jika mengatakan dunia sedang tidak baik-baik saja, lebih-lebih perang yang telah melibatkan beberapa negeri di Teluk itu telah mengorbankan ratusan bahkan ribuan nyawa. Namun sebagai orang beriman, sudah tentu kita meyakini apa yang sedang terjadi tersebut sesungguhnya merupakan kehendak Allah.

Kita tidak mengetahui secara persis akan bagaimana akhir dari dunia yang sudah tua seperti sekarang ini. Meski begitu, sebagai orang beriman, tentu kita wajib berdoa kepada Allah SWT yang menggenggam semua Mahluk.

Adalah doa selamat baik untuk  diri kita, keluarga bangsa dan Negara serta kondisi dunia ini, agar Kembali tenang, damai jauh dari perperangan. Hakekat berperang, tetaplah merugikan. Ibarat bunyi pepatah yang menang jadi arang yang kalah jadi abu.

Dalam dunia global seperti sekarang, perperangan di belahan dunia, suka tak suka mau tak mau pasti berpengaruh kepada belahan dunia lain. Sebagai mahluk manusia yang sama-sama menetap dan tinggal di satu Bumi ini, tentu yang namanya interaksi sudah tak berbatas lagi.

Terlebih dunia digital, komunikasi dan internet kemajuannya  tidak dapat di bendung lagi. Suatu peristiwa atau kejadian di suatu tempat yang sangat jauh, dalam hitungan detik sudah bisa diketahui di belahan dunia lainnya.

Canggih sekali dunia komunikasi sekarang, tidak berbatas, tidak lagi mengenal ruang dan waktu, semua super cepat diketahui, direspon oleh Masyarakat di belahan lainnya. Oleh karenanya pengaruh atau dampak dari suatu kejadian yang buruk sedikit banyak berpengaruh juga.Bila kita ibaratkan tungku yang panas, maka uap panasnya juga ikut dirasakan.

Penulis menyarakan, sebaiknya kita tetap tenang, menyikapi semua persoalan dengan bijak, tidak terburu-buru, apalagi cemas berlebihan. Tepatnya, berikan harapan Panjatkan doa terbaik kita untuk  keselamatan ummat manusia di dunia.

Turunkan kedamaianmu Ya Allah bagi kami, jadikan kami ummat manusia yang sadar-sesadarnya, bahwa Engkaulah pencipta seluruh Mahluk.

Jadikan kami semua mahluk yang fitrah bahwa kami adalah Khalifahmu di bumi, yang tak ada lain menciptakan kemakmuran untuk dunia bukan justru kerusakan.

Berilah petunjukmu untuk  para pemimpin-pemimpin kami, agar mereka bisa melewati prahara ini dengan baik, berfikir secara jernih, demi keselamatan ummat dan kemanusiaan. Selamatkan kami, dari segala bala, bencana, dari perpecahan serta permusuhan.

Penulis Wartawan di Bengkulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.