,

Catatan Ramadan 1447 H, Harta Godaan Terberat Ummat Manusia

oleh -10 Dilihat
Iksan Agus Abraham

BENGKULU, infosumatera.com-Pembaca Budiman, tadi malam Senin 9 Maret 2026 kita dihebohkan dengan berita seorang Bupati  di sebuah Kabupaten di Bengkulu mengalami Operasi Tangkap Tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK sebagai Aparat Penegak Hukum dengan kewenangan oleh Undang-undang yakni UU Nomor 19 Tahun 2019 bergerak.

Tujuanya untuk mencegah, perilaku korupsi di Masyarakat sekaligus menyelamatkan uang negeri, demi kepentingan rakyat. Berita ini jelas, menghebohkan dan mengegerkan karena status tertangkap merupakan Kepala Daerah di Kabupaten.

Bila tertangkap tangan itu, Masyarakat biasa, barangkali tidak terlalu menggemparkan.  Lebih mirisnya peristiwa ini terjadi disaat Bulan Suci Ramadan, ditengah bulan yang mengajarkan agar ummat mampu mengendalikan hawa nafsu.

Lagi-lagi ini soal uang, soal harta dunia yang memang terkadang bisa menina bobokkan, dan menyilaukan. Manusia dapat khilaf sekaligus tergoda bila bersentuhan dengan harta dunia.

Dari segi cobaan hidup untuk manusia, harta benda merupakan satu dari dua cobaan yang sangat berat dan bisa menimpa siapapun. Tiga cobaan sangat berat bagi manusia adalah Harta, Tahta dan dunia.

Dalam sebuah Hadist Rasulullah SAW bersabda Sesungguhnya setiap umat itu mendapat ujian dan ujian pada umatku adalah harta (HR At. Tirmizi no.2336.)

Harta adalah cobaan yang sangat dahsyat. Banyak kaum Muslimin yang lepas imannya gara-gara tawaran harta. Harta memang memabukkan. Tidak pandang bulu, Pejabat,rakyat biasa bisa terkena.

Tentang godaan harta yang memang sangat menyilaukan ini sebuah kisah berikut bisa diambil pelajarannya.

Dalam peristiwa perang Uhud, yang terjadi pada tahun 3 Hijriah atau sekitar bulan Maret tahun 625 Masehi dan terjadi pada bulan Syawal.

Perang ini berlangsung di dekat Bukit Uhud sebelah Utara Madinah, sebagai Upaya balas dendam kaum Quraisy atas kekalahan mereka di Perang Badar.

Perang Uhud ini, menimbulkan kekalahan pasukan Muslimin karena Harta Rampasan perang (Ghanimah).

Saat itu Pasukan pemanah meninggalkan Pos di atas Bukit karena untuk  mengambil harta tersebut, mereka melanggar perintah Rasulullah SAW.

Kelalaian ini dimanfaatkan oleh Khalid Bin Walid yang saat itu belum Islam untuk melakukan serangan balik. Sampai akhirnya pasukan Islam kalah, padahal kemenangan sudah ada di depan mata, sehingga menyebabkan 70-72 orang pasukan Islam syahid.

Padahal dalam sebuah peperangan Ghanimah, atau Harta rampasan, adalah harta yang sah, alias harta yang kembalinya akan diperoleh oleh Kaum Muslimin itu sendiri. Tetapi akibat tergoda, dengan kesilauan harta-harta tersebut, membuat Pasukan kala itu kehilangan fokusnya.

Mari kita berdoa dan bermohon kepada Allah SWT agar kita semua baik Pejabat dan rakyatnya  tidak menjadi pribadi yang mabuk akan harta, atau silau dengan kemewahan dunia. Mari jadikan momentum Ramadan ini, sebagai sarana untuk  bersabar terhadap godaan -godaan tersebut.

Penulis adalah Pengurus Masjid Al-Hadi Kelurahan Bentiring Permai

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.