BENGKULU,infosumatera.com-Anggota DPRD Kota dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Andi Saputra, S.Pd.I menggelar reses kedua tahun 2026 di kediaman pribadinya di Jalan WR Soepratman jalur dua Kelurahan Bentiring Permai Kota Bengkulu.
Masyarakat sekitar 100 peserta antusias mengikuti reses , walau suasana hujan cukup lebat, namun acara reses berjalan lancar.
Panitia sudah menyediakan lokasi yang sangat baik sehingga peserta tetap nyaman. Kegiatan reses dimulai pukul 4 sore dan baru berakhir sekitar pukul 6 sore.
Camat Muara Bangkahulu, Bambang Irawan serta aparat Polsek Muara Bangkahulu ikut bergabung dalam agenda reses tersebut.
Andi Saputra , S.Pd.I mengatakan dia sangat bangga dengan peserta reses karena s bersemangat mengikuti kegiatan.
‘’Bermacam respon diberikan oleh peserta reses antara lain mempertanyakan soal usulan-usulan masyarakat ditahun lalu, belum terealisasi, dan syukur alhamdulillahnya kita sudah mendapatkan kumpulan-kumpulan informasi diantaranya tahun ini kondisi jalan di depan SMP 17 itu akan segera diperbaiki, ungkapnya ditemui awak media.
Juga jalan di depan Masjid Al-azhar, di kelurahan Tanjung Agung saat sudah masuk dalam tahap pengukuran dan mudah-mudahan bisa direalisasikan pula.
Kemudian pembangunan-pembangunan pada sektor lainnya, sebenarnya bagian itu tidak cukup dituntaskan oleh Pemerintah KOta saja, namun sebenarnya perlu melibatkan semua di unsur di masyarakat.
‘’Semua lini harus terlibat, karena sesungguhnya Kota Bengkulu ini rumah kita bersama,’’bebernya.
Sehingga rakyat melakukan bersama-sama dan sama –sama memiliki kewajiban untuk bersama-sama membangun Kota tercinta. Contohnya tentang Pantai, kita sudah mengeluarkan soal regulasi untuk kebersihan di kawasan pantai. ‘’Bahwa hakekatnya kebersihan itu, yang butuh bukan hanya pemerintah, tapi kita semua, rakyat kota Bengkulu ‘’bebernya.
Oleh karena itu Andi Saputra mengajak masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, kemudian sudah mulai membiasakan untuk memilah dan memilih sampah, agar sampah-sampah itu masih tetap bernilai ekonomis.
‘’Karena kalau sampah tidak dipilah maka sampah itu akan menjadi masalah, ‘’jelasnya. Kita juga mendorong masyarakat untuk tetap memiliki kesadaran tinggi akan kebersihan lingkungan.
kemudian sektor pariwisati juga menjadi pertanyaan dari masyarakat untuk tempat-tempat yang mengutamakan kenyamanan di Pantai.
Sehingga fasilitas-fasilitas yang sudah dibangun itu tidak akan membawa efek baik bagi Kota bengkulu bila tidak diikuti dengan mental yang baik dari semua pelaku industri pariwisata disana, dalam memberikan kenyamanan dan menyambut pengunjung dengan baik.
Kita juga sudah menginiasiasi perda tentang pendidikan karakter yang terintegrasi ke rumah program sekolah sejalan dengan program pendidikan di rumah. Apa yang diajarkan di sekolah juga di laksanakan di rumah,
‘Kita juga menginisiasi perda perlindungan Guru , karena sekarang guru-guru kita mengalami dilema luar biasa, hari ini lantaran mereka tidak bisa mengambil sikap, ditambah lagi sekarang masyarakat tidak bisa membedakan dimana ini masalah pendidikan dan di mana ini masalah kekerasan.
‘’Contoh ada guru kita yang menyuruh anak untuk sholat, kemudian ditepuk pundaknya dan justru dilaporkan ke Polisi sebagai sebentuk kekerasan, ‘’ujarnya










