,

BI Bengkulu dan Pemprov/Kota/Kabupaten Bentang Kickoff serta Capacity Building Blinc 3.0

oleh -16 Dilihat
BLINC 3.0 Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu bersama Pemprov/KOta /Kabupaten se-Provinsi Bengkulu

BENGKULU, infosumatera.com- Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu bersama Pemerintah Provinsi/Kota / Kabupaten Bengkulu menggelar Kickoff dan Capacity Building Bencoolen Investment Challenge (BLINC 3.0) di Hotel Santika pada hari Rabu, 15 April 2026.

Sekretaris Daerah, Dr. H. Herwan Antoni, S.KM., M.Kes., M.Si, membuka dengan resmi kegiatan. Hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, Kepala Bapperida Provinsi Bengkulu, Hj. Yuliswani, SE., MM, Perwakilan Kepala DPMPTSP Provinsi Bengkulu, Sekretaris Daerah, Bapperida, dan DPMPTSP dari seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wahyu Juwana Hidayat menyampaikan di tengah  tantangan perekonomian global, seperti perubahan kebijakan fiskal semakin terpusat serta ketidakstabilan geopolitik, perekonomian daerah tetap menunjukkan kinerja  cukup baik.

‘Itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang masih positif pada tahun 2026, ini, ‘ujar dia melalui siaran rilis.

Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis menjaga momentum melalui peningkatan investasi daerah lewat  Bencoolen Investment Challenge (BLINC) 3.0.

Harapannya  dapat mendorong lahirnya proyek-proyek investasi berkualitas dan siap ditawarkan kepada investor, sehingga mampu mengembangkan sektor-sektor potensial di daerah.

Berdasarkan pemantauan Bank Indonesia, sepanjang periode 2022 hingga 2025 telah tercatat sedikitnya 37 proyek tersebar di 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.

Proyek terus didorong untuk diperkuat dari sisi kelayakan dan daya tarik investasi,Ke depan dapat berkontribusi lebih optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sekdaprov Herwan Antoni menambahkan  BLINC 3.0 merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesiapan proyek investasi daerah agar lebih kompetitif dan mampu menarik minat investor.

“komitmen seluruh pemerintah kabupaten/kota dalam menyiapkan proyek unggulan yang tidak hanya memiliki potensi ekonomi, tetapі juga didukung oleh kesiapan implementasi, termasuk aspek perizinan, ketersediaan lahan, dan dukungan kebijakan sangat penting, ‘’tukasnya.

digelar  penandatanganan komitmen bersama sebagai wujud nyata penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas koordinasi dan pelaporan investasi daerah.

Penandatanganan bersama itu, dilanjutkan  penyampaian paparan mengenai rangkaian kegiatan BLINC 3.0 oleh Tim Regional Investor Relations Unit (RIRU),  diawali tahapan kickoff sebagai penanda dimulainya program,.

Setelah itu  dilanjutkan dengan proses inkubasi dalam rangka penguatan kapasitas dan penyempurnaan konsep proyek, tahapan kurasi untuk menilai kelayakan dan kesiapan proyek, pelaksanaan site visit ke proyek-proyek potensial sebagai bagian dari pendalaman dan verifikasi lapangan, hingga tahap coaching bagi proyek-proyek terpilih guna meningkatkan kualitas dan daya saing proyek investasi.

juga dijelaskan mengenai mekanisme pelaporan  secara berkala setiap bulan sebagai bentuk komitmen dari masing-masing kabupaten/kota dalam memantau perkembangan proyek investasi, sehingga proses monitoring dan evaluasi dapat berjalan secara optimal dan terkoordinasi dengan baik.

Untuk meningkatkan kapasitas peserta BLINC 3.0 yang terdiri dari DPMPTSP dan Bapperida seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi strategis.

Narasumber dari PwC Indonesia menyampaikan materi mengenai tren investasi global, kerangka penyusunan proyek investasi daerah berbasis 5 Case Model, serta strategi peningkatan bankability dan investor engagement.

Bappenas memaparkan peran daerah dalam mendukung transformasi ekonomi nasional melalui agenda Asta Cita, sekaligus penguatan pengembangan proyek investasi daerah.

BKPM menyampaikan strategi pengembangan potensi daerah menjadi proyek investasi yang siap ditawarkan kepada investor, dengan menekankan pentingnya kesiapan aspek perencanaan, promosi, dan kemudahan berusaha.

Pada sesi pemaparan proyek investasi, seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu menyampaikan berbagai usulan proyek unggulan daerah yang mencerminkan potensi masing-masing wilayah.

Pemaparan diawali oleh Kabupaten Bengkulu Selatan yang mengusulkan proyek rice milling unit dan packaging beras sebagai upaya menjawab peningkatan kebutuhan pangan serta peningkatan kualitas beras, dengan nilai investasi sekitar Rp230,6 miliar.

Selanjutnya, Kabupaten Bengkulu Tengah memaparkan potensi investasi di sektor pariwisata melalui pengembangan Danau Gedang dan sektor industri berupa pabrik minyak goreng di kawasan Talang Empat dan peluang pengembangan sektor jasa seperti perhotelan dan rumah sakit swasta.

Berikutnya, Kabupaten Bengkulu Utara menyampaikan rencana pengembangan kawasan agribisnis terpadu berbasis zero waste dan circular economy seluas ±79,86 hektar, dengan kebutuhan investasi sekitar Rp95,2 miliar serta proyeksi pendapatan Rp12-14 miliar per tahun. Penyampaian kemudian dilanjutkan oleh Kabupaten Kaur yang mengusulkan pengembangan Laguna Waterpark Resort dengan nilai investasi sekitar Rp16,98 milia.

Kabupaten Kepahiang menyoroti potensi besar komoditas kopi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal dan masih membutuhkan dukungan investasi.

Kabupaten Mukomuko menyampaikan berbagai peluang investasi, mulai dari pembangunan pelabuhan CPO untuk mendukung efisiensi distribusi, pengembangan pusat perbelanjaan terintegrasi dengan wisata, hingga pengolahan limbah dan pembangunan industri pendukung.

Kabupaten Seluma mengusulkan pengembangan sektor perikanan melalui program ikan larangan serta pembangunan pabrik pakan ikan dan ayam.

Kabupaten Lebong dengan usulan pengembangan ekosistem kopi berbasis koperasi produksi, serta dilanjutkan Kabupaten Rejang Lebong yang memaparkan rencana pengembangan kawasan wisata Danau Mas Harun Bastari dengan berbagai aktivitas pendukung pariwisata.

Sebagai penutup sesi pemaparan, Kota Bengkulu menyampaikan rencana pengembangan kawasan wisata hutan mangrove di Kampung Melayu yang didukung oleh ketersediaan lahan pemerintah serta akses infrastruktur yang memadai.

Secara keseluruhan, terdapat 13 proposal proyek investasi yang disampaikan dalam kegiatan Kickoff dan Capacity Building BLINC 3.0. Namun demikian, usulan tersebut masih bersifat awal dan belum final, sehingga masih terbuka peluang bagi masing-masing kabupaten/kota untuk melakukan penyempurnaan berdasarkan masukan dari para narasumber, baik dari sisi kelayakan finansial, kejelasan model bisnis, maupun kelengkapan data pendukung.

Seluruh proyek yang diusulkan akan melalui tahapan inkubasi dan kurasi guna meningkatkan kualitas dan kesiapan proyek secara bertahap.

Dari proses tersebut akan dipilih proyek-proyek terbaik yang masuk dalam top 5 proyek unggulan daerah lalu akan diseleksi kembali dua proyek terbaik yang akan difasilitasi penyusunan feasibility study (FS) serta coaching guna memastikan proyek semakin siap untuk ditawarkan kepada investor.

Sebagai penutup, kegiatan Kick Off dan Capacity Building BLINC 3.0 diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam mendorong peningkatan kualitas proyek investasi di Provinsi Bengkulu.

Melalui sinergi dan komitmen bersama antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan, diharapkan seluruh rangkaian BLINC 3.0 dapat berjalan dengan optimal dan menghasilkan proyek-proyek investasi yang berkualitas, siap ditawarkan, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.