,

Gubernur Helmi Hasan Ingatkan Insan Pers Cerdas Bermedsos dan Kuasai Kecerdasan Buatan

oleh -169 Dilihat
Pengurus PWI Provinsi Bengkulu periode 2026-2031 resmi dilantik oleh Ketua PWI Pusat Akhmad Munir dan dihadiri Gubernur serta wakil Gubernur Provinsi Bengkulu

BENGKULU, infosumatera.com-Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengingatkan para Insan Pers di Bengkulu cerdas bermedsos serta menguasai Kecerdasan buatan (AI).

Kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan itu hendaknya  dimanfaatkan agar tidak ketinggalan pesatnya kemajuan teknologi

Hal tersebut disampaikannya saat melantik jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu periode 2026-2031 di Gedung Daerah Minggu 4/10 malam.

Gubernur Helmi Hasan turut merespon rencana peningkatan kualitas wartawan se-Provinsi Bengkulu melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan.

‘’Bagus sekali, tentu akan kita anggarkan nanti Dinas terkait yang akan membantu, ‘’ujar dia saat memberikan sambutan.

Pemerintah Provinsi Bengkulu kata dia siap memberikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas wartawan, khususnya dalam menghasilkan karya jurnalistik berkualitas.

Pemprov Bengkulu akan  tidak hanya menyiapkan pelatihan bersifat teoritis, tetapi j memberikan pengalaman praktik secara langsung kepada para jurnalis.

“Nanti Bu Kadis Kominfotik buatkan pelatihan yang sifatnya bukan teori, tapi konkret langsung demi meningkatkan kemampuan penulisan jurnalis yang lebih efektif dan kompeten,” kata Helmi.

Peningkatan kompetensi wartawan menjadi penting di tengah perkembangan teknologi informasi dan penggunaan AI yang semakin masif.

Pelantikan tersebut digelar pasca Musyawarah Wilayah (Muswil) PWI Provinsi Bengkulu beberapa waktu lalu.

Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Wakil Gubernur Bengkulu Mian, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran pengurus PWI.

Sementara itu , Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyoroti tantangan perkembangan teknologi, khususnya penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia jurnalistik.

Ia meminta wartawan tetap mengedepankan kerja jurnalistik berbasis fakta dengan memperbanyak aktivitas turun langsung ke lapangan.

Tidak semua dapat dilakukan oleh kecerdasan buatan  (AI) ,kehadiran wartawan secara langsung di tengah peristiwa, melakukan observasi, menggali informasi, serta mengolahnya dengan pemikiran dan gagasan jurnalistik tetap diperlukan

“Yang tidak bisa dilakukan AI adalah ketika ada sesuatu di Bengkulu, Anda terjun ke lapangan, Anda turun dan padukan pikiran yang Anda miliki. Maka itu adalah karya jurnalistik sesungguhnya,” kata Akhmad Munir.

Maraknya penggunaan AI dalam penulisan berita harus disikapi secara bijak. Jika tidak diimbangi dengan peningkatan kompetensi dan profesionalisme, penggunaan teknologi tersebut berpotensi menggerus kredibilitas wartawan dan kualitas karya jurnalistik.

Akhmad Munir meminta jajaran pengurus PWI Provinsi Bengkulu yang baru untuk mendorong wartawan agar lebih aktif turun ke lapangan, sekaligus meningkatkan profesionalisme dan kompetensi di tengah perkembangan teknologi.

“Pengurus PWI  harus menganjurkan  kepada wartawan  turun ke lapangan serta utamakan profesionalisme dan kompetensi, serta selaraskan dengan kemajuan teknologi,” tegasnya.

Ketua PWI Provinsi Bengkulu terpilih, Marshal Abadi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu atas sinergi  selama ini dibangun bersama insan pers.

Sinergi tersebut harapannya dapat terus diperkuat u mendorong peningkatan kualitas dan kompetensi wartawan di Provinsi Bengkulu.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu yang terus membangun sinergi demi menciptakan karya-karya jurnalistik yang kompeten,” ujar Marshal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.