,

KELOLA 14 RUAS TOL DI INDONESIA, HUTAMA KARYA CATATKAN KINERJA POSITIF PENGELOLAAN JALAN TOL

oleh -19 Dilihat
Persembahan terbaik dari Hutama Karya untuk Bangsa

SUMATRA, infosumatera.com-PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) mencatatkan kinerja positif dalam pengelolaan jalan tol di Indonesia, khususnya pada jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menjadi salah satu penugasan strategis Pemerintah dalam memperkuat konektivitas nasional.

Sejak menerima penugasan pembangunan JTTS, Hutama Karya terus memperluas jaringan jalan tol di Pulau Sumatra sekaligus memastikan ruas-ruas yang telah beroperasi mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, pengguna jalan, dan keberlanjutan bisnis perusahaan.

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang ±1.185 km yang terdiri atas 829 km ruas tol operasi dan 356 km ruas tol konstruksi, termasuk jalan tol dukungan konstruksi.

Dari sisi operasional, Hutama Karya mengelola 14 ruas tol di Indonesia yang sebagian besar merupakan bagian dari JTTS sebagai backbone konektivitas utama di Pulau Sumatra, serta 2 (dua) ruas tol di Pulau Jawa, yakni Tol JORR Seksi S dan Tol Akses Tanjung Priok.

Direktur Keuangan Hutama Karya, Eka Setya Adrianto menyampaikan pengelolaan jalan tol oleh  Hutama Karya menunjukkan perkembangan yang semakin solid, seiring bertambahnya ruas yang beroperasi, meningkatnya keterhubungan antarwilayah, serta membaiknya kinerja operasional dan keuangan jalan tol.

“JTTS dibangun bukan hanya untuk membuka akses dan meningkatkan konektivitas serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat di Sumatra, tetapi juga untuk menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi perusahaan melalui pengelolaan jalan tol yang produktif. Dari sisi operasional, kami melihat tren yang semakin positif, baik melalui pertumbuhan trafik, peningkatan pendapatan jalan tol, maupun membaiknya profitabilitas bisnis jalan tol,” ujar Adri.

Meningkatnya konektivitas jaringan JTTS tercermin dari pertumbuhan volume lalu lintas yang terus menunjukkan tren positif. Pada periode Lebaran 2026, trafik JTTS, termasuk ruas yang dikelola PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), meningkat 69,5% dibandingkan kondisi normal dan tumbuh 9,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan trafik tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan kinerja bisnis jalan tol Hutama Karya. Pada 2025, pendapatan jalan tol, termasuk kontribusi Hamawas, tumbuh sekitar 26,8% dibandingkan 2024.

Jika dibandingkan dengan 2023, pendapatan jalan tol meningkat sekitar 35,7%, dengan kontribusinya terhadap pendapatan konsolidasian naik menjadi 16,83% pada 2025 dari 11,58% pada tahun sebelumnya.

Salah satu indikator konkret lonjakan trafik terlihat pada Ruas Tol Sigli – Banda Aceh. Setelah Seksi 1 Padang Tiji – Seulimeum dioperasikan secara fungsional, ruas tersebut mencatatkan peningkatan Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) sebesar 229%, jauh melampaui Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Capaian ini mengonfirmasi bahwa semakin tersambungnya ruas JTTS berbanding lurus dengan meningkatnya minat pengguna jalan, sekaligus mengindikasikan potensi pertumbuhan trafik yang akan terus berkembang seiring dengan terhubungnya jaringan secara menyeluruh.

“Selain revenue, Operating Income Jalan Tol juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada 2025, Operating Income Jalan Tol meningkat sekitar 9,8% dibandingkan 2024, sekaligus menunjukkan penguatan dibandingkan 2023. Dengan capaian tersebut, kontribusi Operating Income Jalan Tol terhadap Operating Income konsolidasian mencapai 39,65% pada 2025,” imbuh Adri.

Perbaikan kinerja juga terlihat dari Earnings After Tax (EAT) Jalan Tol yang telah berbalik positif pada 2025, setelah sebelumnya masih berada pada posisi negatif pada 2023 dan 2024.

Hal ini menunjukkan bahwa bisnis jalan tol Hutama Karya semakin berada pada jalur pertumbuhan yang sehat, didukung oleh meningkatnya maturitas ruas operasi, pertumbuhan trafik, serta optimalisasi pengelolaan operasional. Capaian ini menjadi bukti bahwa ruas-ruas tol yang dikelola Hutama Karya terus menunjukkan proses ramp-up yang baik.

Semakin banyak ruas yang tersambung dan semakin matang operasinya, semakin besar pula manfaat yang dirasakan pengguna jalan, sekaligus semakin kuat kontribusinya terhadap kinerja Perusahaan.

Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan juga menyampaikan bahwa selain mendukung kinerja perusahaan, manfaat JTTS juga semakin dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kehadiran jalan tol telah memangkas waktu tempuh antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, membuka akses menuju pusat ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata, serta mendorong tumbuhnya peluang usaha baru di daerah yang dilalui.

“Bagi masyarakat, JTTS bukan hanya infrastruktur jalan, tetapi penghubung aktivitas dan harapan. Jalan tol membantu perjalanan menjadi lebih cepat dan nyaman, membuka ruang ekonomi baru, memperkuat konektivitas antardaerah, serta mendekatkan masyarakat dengan berbagai layanan dan peluang yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih panjang untuk dijangkau,” tambahnya.

Manfaat JTTS juga dirasakan langsung oleh para pengguna jalan yang memanfaatkan ruas tol dalam aktivitas sehari-hari maupun perjalanan antarkota.

Salah satunya Titha Monica Hardi, pengguna JTTS yang rutin melintasi Ruas Tol Pekanbaru–Dumai untuk mobilitas harian menuju Duri, serta menggunakan Ruas Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar dan Tol Padang–Sicincin saat melakukan perjalanan pulang kampung ke Padang.

“Keberadaan JTTS sangat membantu mobilitas saya. Untuk aktivitas sehari-hari menuju Duri, Tol Pekanbaru–Dumai membuat perjalanan lebih cepat, nyaman, dan tidak melelahkan. Sementara saat pulang kampung ke Padang, perjalanan melalui Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar dan Tol Padang–Sicincin terasa jauh lebih efisien dibandingkan sebelumnya. Apalagi jika ke depan ruasnya semakin bertambah, seperti Bukittinggi–Sicincin maupun Pekanbaru menuju Rengat, tentu akses masyarakat akan semakin mudah, perjalanan antardaerah semakin singkat, dan mobilitas menuju Sumatra Barat maupun wilayah lain di Sumatra akan semakin terbantu,” ujar Titha.

Peningkatan kinerja pengelolaan jalan tol tidak semata-mata diukur dari aspek keuangan, melainkan juga dari kualitas layanan, keamanan, kenyamanan, serta kemampuan ruas tol dalam mendukung pergerakan masyarakat dan distribusi logistik.

Untuk itu, perusahaan terus melakukan berbagai upaya peningkatan layanan, mulai dari optimalisasi sarana transaksi, kesiapan petugas layanan lalu lintas, pemanfaatan teknologi Intelligent Traffic System (ITS), hingga penguatan monitoring melalui Command Center.

“Ke depan, Hutama Karya akan terus menjaga standar operasional dan pelayanan jalan tol agar semakin andal. Fokus kami tidak hanya membangun dan menyambungkan ruas, tetapi juga memastikan ruas tol yang telah beroperasi mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi pengguna jalan, masyarakat, serta keberlanjutan bisnis perusahaan,” tutup Iwan

Hutama Karya mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berkendara dengan tertib, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, beristirahat apabila lelah, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.

Sejalan dengan komitmen Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya akan terus menghadirkan layanan jalan tol yang aman, nyaman, dan responsif, serta memperkuat peran JTTS sebagai infrastruktur konektivitas yang mendukung pertumbuhan wilayah.

Pengguna jalan dapat memantau informasi terkini melalui kanal resmi Hutama Karya dan mengunduh aplikasi Mozy untuk memperoleh informasi layanan jalan tol secara lebih mudah dan terintegrasi.

SEKILAS TENTANG HUTAMA KARYA

PT Hutama Karya (Persero), bagian dari Danantara, adalah BUMN yang dipercaya menggarap proyek-proyek infrastruktur strategis nasional.

Dengan visi menjadi Leading Sustainable Construction Enterprise and Infrastructure Developer, perusahaan berpengalaman membangun dan mengelola jalan tol, jembatan, gedung, hingga kawasan—dengan rekam jejak pada proyek berskala besar seperti Jalan Tol Trans-Sumatra.

Hutama Karya bekerja bersama enam anak perusahaan: HKI (konstruksi), HKA dan HMW(operasi dan pemeliharaan jalan tol), HKR (properti), serta HMTP dan HPSL (jalan dan jembatan di Papua dan Sumatra Barat).

Perusahaan menjalankan setiap proyek dengan tata kelola yang baik, standar keselamatan tinggi, dan perhatian pada kelestarian lingkungan—sebagai wujud komitmen membangun infrastruktur yang bermanfaat bagi generasi mendatang dan mendukung Asta Cita Pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.