,

MEMBACA PORTOFOLIO EKONOMI BENGKULU 2026 BUKAN JANJI TAPI KERJA

oleh -41 Dilihat
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dalam sebuah kesempatan acara

Catatan Riswan

Ekonomi itu bukan sekadar urusan niat baik, juga bukan hanya soal modal besar.

Bengkulu punya keduanya. Yang sedang dikejar bersama menuju 2026 adalah satu hal yang lebih penting bagaimana potensi besar benar-benar berubah menjadi dompet yang ikut mengembang.

Di titik inilah arah pembangunan ekonomi Bengkulu layak dibaca bukan dari janji yang lantang, tapi dari kerja yang pelan, rapi dan konsisten.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan, Bengkulu mulai diajak keluar dari kebiasaan lama rajin panen, tapi cepat habis. Selama ini desa produktif, kebun hidup, laut ramah, namun nilai tambah sering mampir sebentar lalu pergi.

Maka kebijakan ekonomi disusun melalui portofolio pembangunan daerah yang berpijak pada realitas sehari-hari desa sebagai basis produksi, kota sebagai pusat jasa dan distribusi. Tidak muluk-muluk, tapi masuk akal.

Visi “Bengkulu Maju yang Religius, Sejahtera dan Berkelanjutan” diterjemahkan ke hal-hal yang membumi. Ekonomi rakyat diperkuat, lapangan kerja diperluas, kualitas SDM ditingkatkan dan pembangunan dijaga agar tidak menumpuk di satu sudut saja.

Ibarat memasak gulai, apinya dijaga supaya matang merata tidak gosong di pinggir, tidak mentah di tengah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Bengkulu sepanjang 2025 tumbuh stabil di kisaran 4,5–5 persen. Konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin utama tanda dapur rakyat tetap ngebul. UMKM, pertanian, jasa dan pariwisata ikut menyumbang tenaga.

Ekonomi Bengkulu tidak mogok, tapi masih bersiap menekan gas. Karena itulah hilirisasi ekonomi dipasang sebagai gigi tiga menuju 2026. Kopi Bengkulu tidak cukup harum di kebun, sawit tidak cukup berhenti di TBS, ikan tidak cukup dijual segar.

Semua perlu diolah di rumah sendiri agar nilai tambah tidak kabur ke daerah lain. Biar yang capek menanam dan melaut yang panen juga orang Bengkulu.

Hilirisasi ini tidak berjalan sendirian. Ia ditemani pembangunan infrastruktur, kemudahan perizinan, penguatan UMKM dan iklim investasi yang lebih ramah.

Targetnya sederhana tapi penting pertumbuhan ekonomi tidak hanya cantik di grafik, tapi terasa di kantong warga.

Dengan arah ini, ekonomi Bengkulu 2026 diproyeksikan tumbuh hingga sekitar 5,2 persen. Angkanya mungkin tidak bikin kaget, tapi maknanya dalam. Karena yang dibangun bukan sekadar pertumbuhan, melainkan fondasi.

Sebab ekonomi yang kuat bukan yang paling banyak janji, tapi yang paling rajin bekerja. Dan Bengkulu, pelan-pelan, sedang membuktikan itu.

Rintik Hujan, Januari 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.