,

STIKES Bhakti Husada Bengkulu dan MAFINDO Perkuat Kolaborasi Literasi Digital, Tandatangani MoU untuk Edukasi Mahasiswa

oleh -22 Dilihat
Penandatanganan Mafindo Bengkulu dan Stikes Bhakti Husada

BENGKULU, infosumatera.com– Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Husada Bengkulu dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Wilayah Bengkulu resmi memperkuat kerja sama strategis.

Kerjasama itu melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam upaya meningkatkan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta membangun ketahanan civitas akademika terhadap penyebaran informasi yang keliru di ruang digital.

Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) STIKES Bhakti Husada Bengkulu Tahun 2026 dengan menghadirkan MAFINDO sebagai mitra strategis dalam memberikan edukasi terkait literasi digital, pencegahan hoaks, serta etika penggunaan Artificial Intelligence (AI) bagi mahasiswa.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Etika Penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk Mahasiswa”.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan STIKES Bhakti Husada Bengkulu, yakni Wakil Ketua I STIKES Bhakti Husada Bengkulu Veby Fransisca Rozi, SKM, M.Kes, Wakil Ketua II Susi Eryani, MH, dan Wakil Ketua III Miki Kurnia Fitrizah, SKM, MKM.

Sementara dari MAFINDO hadir Dewan Pengawas MAFINDO Pusat Dr. Gushevinalti, M.Si, Relawan MAFINDO Bengkulu Mika Oktarina, Rafinita Aditya, serta pemateri kegiatan Iyud Dwi Mursito.

Wakil Ketua I STIKES Bhakti Husada Bengkulu, Veby Fransisca Rozi, SKM, M.Kes, mengatakan kerja sama dengan MAFINDO merupakan bentuk nyata komitmen institusinya dalam memperluas jejaring kemitraan strategis, khususnya dalam meningkatkan literasi digital dan kecakapan berpikir kritis mahasiswa.

“Kerja sama ini merupakan wujud nyata komitmen STIKES Bhakti Husada Bengkulu dalam memperluas jejaring kemitraan strategis, khususnya dalam upaya bersama meningkatkan literasi digital, kecakapan berpikir kritis, serta ketahanan masyarakat—termasuk civitas akademika—terhadap arus informasi yang keliru seperti misinformasi, disinformasi, dan ujaran kebencian di ruang digital,” ujar Veby.

Menurut Veby, sebagai institusi pendidikan tinggi kesehatan, literasi informasi memiliki keterkaitan erat dengan kesehatan masyarakat. Penyebaran informasi yang tidak benar, terutama terkait kesehatan, dapat memberikan dampak langsung terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Isu literasi informasi bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat itu sendiri, terutama dalam menghadapi maraknya hoaks di bidang kesehatan yang dapat berdampak langsung pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan MAFINDO menjadi langkah strategis dalam mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Kolaborasi dengan MAFINDO yang memiliki kapasitas, jejaring, dan pengalaman panjang dalam gerakan anti-hoaks di Indonesia menjadi sangat relevan dan strategis bagi pengembangan Tridarma Perguruan Tinggi kami,” ungkap Veby.

MAFINDO Bekali Mahasiswa Etika Penggunaan AI

Ketua DPW MAFINDO Bengkulu, Fonika Thoyib, menyampaikan pentingnya mahasiswa memahami perkembangan teknologi AI agar dapat memanfaatkannya secara bijak dan bertanggung jawab.

Menurut Fonika, AI dapat menjadi alat yang membantu mahasiswa dalam proses pembelajaran, penyelesaian tugas, pencarian informasi, hingga mendukung kegiatan akademik lainnya.

Namun, mahasiswa tetap harus mengedepankan kemampuan berpikir kritis dan analisis berdasarkan teori serta kondisi nyata di lapangan.

“Mahasiswa di era sekarang harus memahami AI dan menggunakannya dengan bijak sesuai kebutuhan dalam proses perkuliahan maupun membuat tugas. Tetapi harus diingat bahwa AI hanya alat bantu. Kemampuan analisis dan pemikiran rasional dengan memadukan teori serta realitas lapangan adalah keharusan sebagai insan akademik,” ujar Fonika.

Sementara itu, Pemateri MAFINDO Bengkulu, Iyud Dwi Mursito, menyampaikan materi bertema “Etika Penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk Mahasiswa” yang membahas penggunaan AI secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Dalam pemaparannya, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai manfaat AI dalam mendukung pembelajaran, seperti membantu mencari informasi, memahami konsep yang sulit, menghasilkan ide kreatif, mendukung penelitian, dan membantu analisis data.

Di sisi lain, mahasiswa juga diajak memahami tantangan penggunaan AI, seperti ketergantungan teknologi, informasi palsu, plagiarisme, serta risiko berkurangnya kemampuan berpikir kritis.

Melalui kerja sama ini, STIKES Bhakti Husada Bengkulu dan MAFINDO berharap dapat membangun kolaborasi berkelanjutan dalam menciptakan mahasiswa yang memiliki kecakapan digital, mampu memilah informasi secara kritis, serta menggunakan teknologi secara etis untuk mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.