BENGKULU, infosumatera.com-Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, bersama Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, menemui Direktur Utama PTPN I, Tedy Yunirman Danas, di ruang kerja Kantor PTPN I, Jakarta Selasa (10/3).
Pertemuan gunamembahas rencana pembangunan lapangan bandar udara TNI Angkatan Udara (TNI AU) di wilayah Sukaraja di atas lahan milik PTPN I.
Mian menyampaikan hasil pertemuan Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Palembang beberapa waktu lalu.
Pemprov Bengkulu telah menerima surat dari Danlanud Palembang pada minggu kedua Februari terkait rencana pembangunan pangkalan udara TNI AU di sejumlah provinsi di Indonesia.
“Kami kemarin mendapatkan surat pada minggu kedua Februari dari Danlanud Palembang. Sesuai arahan Presiden, ada 31 provinsi yang akan memiliki landasan lapangan udara TNI AU tersendiri, dan Bengkulu termasuk salah satunya,” ujar Mian.
Rencana pembangunan lapangan udara tersebut diproyeksikan berdekatan dengan Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu.
Pembangunan fasilitas Lanud diperkirakan membutuhkan lahan hampir 100 hektare sebagian besar berada di kawasan perkebunan milik PTPN I.
Mian mengusulkan agar PTPN I dapat memberikan hibah lahan sekitar 100 hektare guna mendukung rencana pembangunan tersebut.
“Atas nama Gubernur Bengkulu, kami mengusulkan hibah tanah PTPN I di Kabupaten Seluma, tepatnya di Sukaraja, lokasinya tidak jauh dari Bandara Fatmawati Soekarno dengan estimasi kebutuhan lahan kurang lebih 100 hektare, usulan mengikuti regulasi berlaku, dimulai dari surat permohonan Gubernur ditembuskan ke Pemerintah Kabupaten Seluma dan Kantor Wilayah BPN,” jelas Mian.
Direktur Utama PTPN I, Tedy Yunirman Danas, menyampaikan apresiasi atas dukungan selama ini dari Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terhadap keberadaan dan pengelolaan wilayah perkebunan PTPN I di Bengkulu.
“Tentunya dukungan dari Forkopimda di Bengkulu menjadi bentuk, kami apresiasi dalam mendukung keberlangsungan dan pengembangan wilayah perkebunan PTPN I,” tutupnya.









