Oleh : Iksan Agus Abraham, SH
BENGKULU, infosumatera.com-Membangun kedaulatan ekonomi, lebih-lebih untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, jangan pernah ada kata pesimis. Semua perbuatan pasti ada balasannya. Perbuatan baik atau buruk.
Rasulullah SAW memberikan motivasi menarik untuk meningkatkan semangat dan optimisme dalam membangun terutama dari aspek yakin usaha sampai.
Dalam hadisnya yang terkenal disebutkan
“Apabila hari kiamat telah dekat, dan di tangan salah satu kalian terdapat tunas (bibit), maka jika masih bisa dan ada kesempatan sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya, maka tanamlah.” (HR. Ahmad).
Mencermati lebih detail, dari teks hadist ini, dapatlah dipahami maksudnya bahwa meski kondisi di depan sedang tidak baik-baik saja namun optmisme harus tertancap kuat di dalam sanubari.
Andaikan memang betul keadaan sedang tidak-baik saja, maka kita akan menemui tantangan-tantangan yang memerlukan jawaban atau jalan keluarnya.
Manusia sebagai mahluk Tuhan dan dikaruniakan akal, dari akal itulah, solusi-solusi sebagai jawaban dari tantangan – tantangan di depan bisa diselesaikan.
Bukankah bibit, saat ditanam akan tumbuh menjadi batang, dan batang tersebut akan menghasilkan buah-buahan yang bisa dimakan baik oleh manusia, hewan-hewan seperti Burung-burung.
Keadaan tersebut sangat kontras dengan kondisi dunia yang akan hancur karena hari kiamat. Namun kita sebagai insan manusia tetap diperintahkan untuk menanam.
Serta andaikan, keadaan justru baik-baik saja, maka kreatifas, ide serta kerja keras membangun akan menjadi modal utama bagi kita dalam membangun kemandirian dan kedaulatan ekonomi tadi.
Membangun kedaulatan ekonomi, harus disertai dengan semangat juang tinggi, fitrah. Manusia adalah bekerja dan berusaha. Namun Keputusan akhir tetap di tangan Allah SWT sang Pencipta.
Apajadinya, bila belum memulai saja, kita sudah pesimis, alias tidak yakin akan kemampuan usaha sendiri untuk membangun kedaulatan ekonomi yang gilirannya akan dimanfaatkan oleh rakyat dan Masyarakat.
Mungkin saja wong namanya juga usaha, bakal menemui tantangan-tantangan yang tidak ringan. Tapi seberat-berat apapun tantangan tersebut, jelas ada jalan keluarnya. Asalkan tetap kompak, Bersatu padu, saling membantu bekerjasama dan bahu-membahu
Seperti halnya program Koperasi Merah Putih yang digencarkan oleh Pemerintah Pusat di setiap Desa dan Kelurahan. Kegiatan perlu mendapat dukungan dari kita semua, sebagai suatu Upaya untuk membangun kemandirian ekonomi Bangsa dan Masyarakat disetiap Kelurahan-kelurahan dan Desa-desa di seluruh Indonesia.
Pemerintah sangat serius dalam menggerakkan soko guru ekonomi berupa Koperasi dalam bentuk Koperasi Merah Putih ini.
Bentuk-bentuk keseriusannya adalah Membangun Badan Hukum Koperasi di setiap Desa/Kelurahan, berupa bantuan biaya pendirian akte Badan Hukum Koperasi.
Membangun Kantor dan Gerai, serta berencana akan menyediakan seluruh fasilitas dan produk-produk apa saja yang dapat dikelola oleh Koperasi seperti penyediaan Sembako, Apotik, serta kebutuhan lain yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Penulis adalah Bendahara Koperasi Merah Putih Bentiring Permai Kota Bengkulu









