BENGKULU, Infosumatera.com-Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu menggelar Sarasehan Perekonomian Bengkulu di Hotel Santika Kamis 9 April 2025.
Sarasehan itu memaparkan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Februari 2026 serta Kajian Fiskal Regional (FKR) Triwulan I meliputi bulan Januari, Februari, Maret tahun 2026.
Tema khususnya adalah bagaimana adanya sinergi moneter dan fiskal menjaga stabilitas aktivitas Produksi dan Distribusi di tengah tekanan Geo Politik akibat terjadinya konflik di Timur Tengah terutama Perang antara Amerika Serikat VS Iran dan Israel VS Lebanon.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Raden Ahmad Denni, SH , MM secara resmi membuka kegiatan mewakili Sekdaprov karena sedang menunaikan Umrah di Tanah Suci. Penyelenggara mengundang 3 Narasumber masing-masing Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu Muhammad Irfan Octama, Kepala DJPb Provinsi Bengkulu Muhammad Irfan Surya Wardana, SE, M. Si dan Ekonom Senior Bank Mandiri Deni Ramdani, Ph.D. Terpantau sekitar 150 orang peserta termasuk dari media hadir dalam kegiatan tersebut.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu Muhammad Irfan Octama mengatakan meski ada tekanan eksternal dan penyesuaian Fiskal ekonomi Bengkulu tetap tumbuh dengan dukungan Konsumsi domestik.
‘’Pada Triwulan 1 2026 perekonomian Provinsi Bengkulu diperkirakan tumbuh dengan kecendrungan melandai, ‘’ujar dia saat menyampaikan materi
Pertumbuhan dimaksud bila dibandingkan pada triwulan sebelumnya yakni Triwulan ke-IV atau periode Oktober, November , Desember tahun 2025. Perlambatan dipengaruhi oleh penurunan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) sekitar 20,38 persen dibandingkan tahun 2025 yang membatasi ruang fiscal pemerintah Daerah.
Muhammad Irfan Octama menambahkan dari sisi lapangan usaha kinerja ekspor turut melemah seiring masih terkontraksinya Lapangan Usaha Pertambangan akibat penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 serta belum terbitnya RKAB terbaru yang menahan aktifitas produksi.
‘’Namun perlambatan tertahan oleh penguatan konsumsi rumah tangga seiring momentum Ramadan, idul fitri, ‘’ujarnya.
Hal mendukung lain dari tertahannya perlambatan itu karena adanya pencairan berbagai insentif TPP Aparatur Sipil Negara, Tunjangan Hari Raya, cairnya gaji ke-13 dan tunjangan profesi guru yang mendorong daya beli Masyarakat menjadi semakin meningkat.
Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan DJPb Provinsi Bengkulu Muhammad Irfan Wardana menyoroti Perkembangan kinerja APBN Bengkulu sampai dengan tanggal 28 Februari 2026.
“Pendapatan negara mengalami tren positif sepanjang awal tahun 2026, ini,” ujar dia.
Tertera dalam angka Pendapatan negara naik sebesar Rp 409,5 M (dalam Miliar rupiah)atau 24,18 persen, Belanja Negara naik Rp 2.352.94 M (dalam miliar rupiah) atau 25,33 persen dan Defisit APBN sebesar Rp 1.943, 44M (dalam miliar rupiah) atau 25,557 persen.









